Menag Soroti Besarnya Potensi Filantropi Islam untuk Bantu Kelompok Rentan
Jakarta (Mediaislam.id)–Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menyoroti besarnya potensi filantropi Islam dalam membantu kelompok rentan di Indonesia. Menurutnya, kolaborasi lembaga zakat, wakaf, dan berbagai organisasi sosial keagamaan dapat menjadi kekuatan besar dalam memperluas manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
Hal itu disampaikan Menag saat menghadiri kegiatan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas yang digelar serentak di berbagai daerah, Kamis (25/6/2026).
Menurut Nasaruddin, keterlibatan berbagai lembaga pengelola dana sosial keagamaan dalam kegiatan tersebut menunjukkan kuatnya semangat gotong royong umat dalam membantu sesama. Karena itu, potensi zakat, wakaf, dan filantropi Islam perlu terus dioptimalkan agar memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
“Acara ini terselenggara karena banyaknya partisipasi dari teman-teman kita semuanya. Ada dari UPZ, BAZNAS, LAZ, LKS PWU, BWI, kemudian juga sejumlah nazir yang banyak sekali berpartisipasi di dalam acara ini di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Menag mengapresiasi dukungan berbagai lembaga yang selama ini aktif menyalurkan dana sosial keagamaan kepada masyarakat. Ia menilai sinergi antara pemerintah dan lembaga filantropi menjadi modal penting dalam memperkuat pelayanan sosial sekaligus membantu kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian lebih.
Selain lembaga zakat dan wakaf, Menag juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran Kementerian Agama di daerah yang ikut menyukseskan pelaksanaan program tersebut. Kegiatan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas melibatkan 34 Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi serta 509 Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia.
Menurut Nasaruddin, kolaborasi yang terbangun menjadi contoh nyata bagaimana ekosistem dana sosial keagamaan dapat bekerja secara sinergis untuk menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Insya Allah BAZNAS, BWI, dan lembaga-lembaga donatur yang lain berikanlah perhatian kepada mereka,” katanya.
Menag berharap semangat kolaborasi tersebut terus diperkuat sehingga potensi filantropi Islam yang besar di Indonesia dapat semakin berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya bagi anak yatim, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan lainnya.
Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas menjadi salah satu wujud pemanfaatan dana sosial keagamaan yang melibatkan pemerintah, lembaga zakat, wakaf, serta berbagai mitra filantropi untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.*
