Mandiri Secara Gizi dan Ekonomi, Pesantren Didorong Bangun Dapur SPPG
Ilustrasi: MBG [foto: AFP via GettyImages]
Jakarta (Mediaislam.id) – Direktur Pesantren Kementerian Agama, Basnang Said, menyatakan bahwa rencana pembentukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di pesantren bertujuan memperkuat ekonomi mandiri melalui pengembangan usaha produktif.
“Kita sudah memiliki fondasi. Jika pesantren nantinya memiliki SPPG, ini bisa diintegrasikan dengan program ekonomi produktif, misalnya budidaya lele yang hasilnya dapat langsung diserap untuk kebutuhan dapur pesantren,” ujar Basnang Said di Jakarta, Selasa (12/05/2026) dikutip dari ANTARA.
Basnang menjelaskan bahwa pondok pesantren memiliki potensi besar untuk mengintegrasikan program gizi dengan pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas.
Menurutnya, SPPG jangan hanya dipandang sebagai program penyediaan makanan, tetapi bisa menjadi momentum strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi pesantren.
Kementerian Agama sejak 2021 hingga 2025 telah menjalankan program inkubasi bisnis pondok pesantren yang menghasilkan 4.185 pesantren mandiri secara ekonomi.
Capaian tersebut menjadi modal kuat untuk mengembangkan model pemberdayaan baru melalui kehadiran SPPG di lingkungan pesantren.
Model tersebut memungkinkan terciptanya captive market di lingkungan pesantren sehingga kebutuhan pangan dapat dipenuhi dari hasil usaha internal.
“Selain sektor perikanan, penguatan ekonomi pesantren juga akan diarahkan pada pengembangan pertanian dan perkebunan,” kata dia.
Kementerian Agama akan memperkuat sinergi dengan Badan Gizi Nasional serta Kementerian Kelautan dan Perikanan RI untuk mendampingi pesantren secara bertahap.
Integrasi program SPPG dengan pemberdayaan ekonomi diharapkan menjadikan pesantren sebagai pusat penguatan ekonomi umat yang berkelanjutan.
