KTT AlBaraka Ke-5 di London: Aset Ekonomi Syariah Global Tembus 6 Triliun Dolar AS
KTT AlBaraka di London. [AA]
Menyerukan pendekatan yang lebih bertanggung jawab terhadap risiko, ia menyatakan bahwa keuangan Islam harus dipandang lebih dari sekadar sistem penawaran transaksi bebas riba (interest-free).
Sistem ini juga harus menempatkan keandalan, akuntabilitas, dan perlindungan nasabah sebagai pusat utama operasinya, tambahnya.
Khalawi menjelaskan bahwa ketika bank-bank syariah menjalankan tanggung jawab ini dan meningkatkan standarnya, tekanan kompetisi dapat mendorong bank konvensional untuk mengikuti langkah serupa.
Dengan menerapkan prinsip-prinsip agama dan etika secara penuh, bank syariah dapat menjadi teladan bagi seluruh sektor keuangan global.
Ia meyakini bank konvensional akan mengekor langkah perbankan syariah jika standar tersebut ditingkatkan, seraya menekankan bahwa seluruh kerangka nilai Islam harus dipraktikkan secara nyata, bukan sekadar didiskusikan.
Dengan demikian, ambisi konferensi ini melampaui kepemimpinan di sektor keuangan Islam semata. Ia mengimbau industri ini untuk membuat nilai-nilai etikanya makin nyata dalam praktik sehari-hari.
Mufti Muhammad Taqi Usmani, Ketua Dewan Syariah Internasional Organisasi Akuntansi dan Audit untuk Lembaga Keuangan Islam (Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institutions/AAOIFI), turut memberikan sambutan dan menggarisbawahi pentingnya penerapan nilai-nilai etika dalam keuangan Islam.
Kepemimpinan Strategis untuk Ekonomi Islam
Menteri Perumahan dan Pertanahan Mauritius, Shakeel Ahmed Yousuf Mohamed, memaparkan praktik keuangan syariah di negaranya. Ia mengundang lembaga-lembaga internasional di sektor ini untuk mendirikan atau memperluas jaringan operasinya di Mauritius.
Setelah penyampaian pidato pembukaan, acara dilanjutkan dengan penyerahan plakat penghargaan kepada para sponsor. Wakil Direktur Jenderal Anadolu, Oguz Enis Peru, menerima plakat yang diserahkan untuk kantor berita tersebut.
Penerima plakat lainnya mencakup perwakilan mitra strategis KTT, Kamar Dagang dan Industri Islam (Islamic Chamber of Commerce and Development/ICCD); mitra global, Al Baraka Group; sponsor emas, Arab Bank Europe; serta sponsor perak, Libya Africa Investment Portfolio (LAIP).
Sesi bertema kepemimpinan strategis untuk ekonomi Islam menyusul seusai pidato pembukaan, yang menyoroti rekonstruksi kerangka regulasi, implementasi etika dalam kebijakan publik, kepemimpinan strategis dan dampak global, serta prioritas aksi masa depan.[Anadolu Agency]
