Suporter Sepak Bola Dilarang Masuk Stadion, Israel Sebut Belanda Pusat Antisemitisme
Ilustrasi: Supporter Belanda. [AA]
Jakarta (Mediaislam.id) — Israel menuduh Belanda menjadi “pusat antisemitisme” pada hari Senin setelah otoritas Kota Alkmaar di Belanda mempertahankan larangan bagi pendukung sepak bola Israel untuk menghadiri pertandingan Liga Europa, meskipun ada tekanan diplomatik dari Tel Aviv.
Pendukung klub Israel, Hapoel Be’er Sheva, dilarang menghadiri pertandingan tanggal 15 Oktober melawan AZ Alkmaar setelah otoritas lokal mengategorikan laga tersebut berisiko “sangat tinggi” (very high risk) atas kekhawatiran timbulnya protes dan bentrokan.
Dalam sebuah pernyataan di platform media sosial AS X, Kementerian Luar Negeri Israel mengklaim bahwa keputusan tersebut “memberi penghargaan kepada pihak-pihak yang mengancam dan menghasut kekerasan” serta “bertentangan dengan semangat olahraga.”
Kementerian tersebut menuduh otoritas Belanda melarang “korban, bukan penyerang,” yang merujuk pada bentrokan yang melibatkan pendukung sepak bola Israel di Amsterdam pada November 2024.
Pihaknya juga mengklaim bahwa serangan antisemit di Belanda dipicu oleh retorika anti-Israel dari para politisi dan tokoh publik Belanda.
Kementerian Luar Negeri Israel menggambarkan larangan tersebut—bersama dengan pemboikotan Kontes Lagu Eurovision akibat keikutsertaan Israel di tengah perang di Gaza—sebagai “noda lain” bagi Belanda. Mereka menuduh negara tersebut semakin menjadi salah satu “pusat antisemitisme” utama di dunia.
Belum ada tanggapan langsung dari otoritas Belanda terkait tuduhan Israel tersebut.
Senin sebelumnya, The Times of Israel melaporkan bahwa Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa’ar telah menyampaikan masalah ini kepada rekannya dari Belanda, Tom Berendsen, dalam upaya Israel membatalkan larangan tersebut.
Para pejabat Israel juga menghubungi Kementerian Luar Negeri Belanda dan Pemerintah Kota Alkmaar untuk mendesak agar pendukung Israel diizinkan masuk ke stadion dan jaminan keselamatan mereka diberikan, menurut laporan tersebut.
Perselisihan ini timbul hampir dua tahun setelah kerusuhan di sekitar pertandingan antara Maccabi Tel Aviv dan Ajax di Amsterdam pada November 2024.
Bentrokan tersebut didahului oleh nyanyian rasis dan anti-Palestina dari para pendukung Israel, serta insiden vandalisme dan pembakaran bendera Palestina.
Pada bulan Agustus, lembaga penyiaran Belanda AVROTROS mengumumkan akan memboikot Kontes Lagu Eurovision 2027 atas keikutsertaan Israel, yang menandai tahun kedua berturut-turut dari aksi pemboikotan tersebut. [Anadolu Agency]
