Kepala BPJPH: Halal Kini Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Global

 Kepala BPJPH: Halal Kini Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Global

Jakarta, Mediaislam.id–Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) RI, Ahmad Haikal Hasan, menegaskan bahwa industri halal telah menjadi kekuatan ekonomi global yang tidak lagi terbatas pada aspek keagamaan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam Media Gathering BPJPH RI di FX Sudirman, Jakarta, Jumat (21/11/2025).

Dalam paparannya, Haikal yang akrab disapa Babe Haikal, menyampaikan berbagai pengalaman dan pengamatannya mengenai perkembangan industri halal dunia sejak awal 1990-an. Ia mencontohkan pengalamannya saat melakukan perjalan ke luar negeri pada 1992, ketika maskapai asing sudah menerapkan layanan makanan halal sebagai bentuk kepedulian terhadap kenyamanan pelanggan Muslim. “Halal itu customer satisfaction, halal itu customer comfort,” ujarnya.

Babe Haikal mengungkapkan bahwa sejumlah negara non-Muslim justru menjadi pemain utama dalam pasar halal global. “Negara nomor satu di dunia yang paling tinggi pendapatannya dari halal itu Cina, disusul Brazil dan Amerika,” katanya.

Menurutnya, negara-negara tersebut memproduksi barang halal karena diterima di pasar internasional, termasuk negara-negara Teluk, Indonesia, dan Malaysia.

Ia juga menceritakan pengalamannya saat mengunjungi fasilitas produksi daging di Rusia. Menurutnya, perusahaan besar di negara tersebut memilih hanya memproduksi produk halal sejak awal berdiri karena alasan daya saing global. “Kalau kami produksi halal, every country will accept it,” kata Babe Haikal mengutip pernyataan pejabat perusahaan tersebut.

Dalam forum tersebut, Haikal menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto memiliki visi besar terkait industri halal, yang tertuang dalam poin nomor 2 dan 8 dari agenda kerja presiden. Ia menyebut transaksi halal dunia mencapai Rp21.000 triliun, sehingga Indonesia harus mampu memperkuat daya saing melalui ekosistem halal yang tertib.

BPJPH, kata Babe Haikal, juga mempermudah sertifikasi halal untuk UMKM, termasuk warteg, warung Padang, warung Sunda dan usaha kecil lainnya melalui layanan cepat satu kali 24 jam. “Tujuannya agar UMKM punya daya saing. Kalau tidak, kita kalah dari produk luar negeri yang kemasannya bagus, harganya murah, dan logo halalnya besar,” ucapnya.

Mengakhiri pemaparannya, Babe Haikal kembali menegaskan bahwa halal kini dipandang secara multifaset oleh berbagai negara. Di Amerika sebagai simbol kesehatan, di Korea sebagai simbol kebersihan, dan di Eropa sebagai elite food. “Halal adalah simbol kualitas. Kalau kita tidak tertib halal, kita akan tertinggal,” katanya.

Ia berharap penguatan ekosistem halal dapat berkontribusi signifikan pada target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

11 − 5 =