Jakarta Kota Global, Bamus Betawi Minta Warga Tak Sekadar Jadi Penonton

 Jakarta Kota Global, Bamus Betawi Minta Warga Tak Sekadar Jadi Penonton

Perayaan Hari Ulang Tahun Badan Musyawarah (Bamus) Betawi di Jakarta, Rabu (30/7/2026).

“Evaluasi sudah kita jalankan. Pengurus yang tidak aktif maupun yang kinerjanya kurang telah kita evaluasi, dan kepengurusan struktural yang baru hasil evaluasi juga sudah disahkan,” ucap Riano.

Pelestarian budaya Betawi menjadi pekerjaan penting organisasi. Budaya Betawi dinilai harus terus hidup, berkembang, dan menjadi bagian dari wajah Jakarta yang semakin terbuka.

Keberadaan lembaga adat dan kebudayaan dinilai sangat penting untuk menjaga sekaligus mengembangkan budaya Betawi.

Riano menyebut posisi Bamus Betawi sejalan dengan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2015 yang menempatkan Bamus Betawi sebagai mitra strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam pelestarian dan pengembangan budaya Betawi.

Riano juga menyinggung Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Daerah Khusus Jakarta. Regulasi tersebut menjadi salah satu landasan hukum dalam penguatan budaya Betawi.

Momentum Jakarta memasuki usia 500 tahun pada 2027 menjadi perhatian khusus Bamus Betawi.

Perubahan posisi Jakarta sebagai kota global akan membawa dinamika baru. Masyarakat Betawi perlu memastikan diri tidak hanya menjadi penonton, melainkan ikut berkontribusi aktif dalam perkembangan kota.

Ia mendorong warga Betawi untuk mengambil peran di berbagai bidang sesuai kapasitas dan kemampuan masing-masing.

“Keberadaan masyarakat Betawi tidak hanya terlihat melalui simbol, tradisi, dan kesenian, tetapi juga melalui kontribusi nyata bagi pembangunan Jakarta. Saya tidak bisa bekerja sendiri, kerja kolektif tentunya akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa,” pungkas Riano.[]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 + sixteen =