Gubernur Mahyeldi Dukung Usulan Hari NKRI, Kenang Peran Mosi Integral Mohammad Natsir

 Gubernur Mahyeldi Dukung Usulan Hari NKRI, Kenang Peran Mosi Integral Mohammad Natsir

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah. [foto: tribunnews.com]

Jakarta (Mediaislam.id)–Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menyatakan dukungannya terhadap usulan penetapan Hari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) setiap 3 April. Hal itu disampaikan dalam acara Silaturahmi Idulfitri 1447 H yang digelar di Aula Masjid Al Furqan, Kramat Raya 45, Jakarta, Sabtu (18/4/2026).

Mahyeldi menegaskan, tanggal tersebut memiliki nilai historis penting melalui Mosi Integral Natsir yang digagas oleh Mohammad Natsir. “Kami di Sumatera Barat sangat mendukung rencana ini. Karena kita menyadari bahwa Bapak NKRI adalah Pak Natsir melalui 3 April,” ujarnya.

Menurut dia, mosi tersebut menjadi tonggak kembalinya Indonesia ke bentuk NKRI yang kemudian diterima oleh Soekarno dan ditetapkan pada 17 Agustus 1950. Ia juga menyoroti peran penting Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) dalam menjaga keberlangsungan negara pada masa krisis. “Tidak ada PDRI, kemerdekaan ini tidak ada,” katanya disambut tepuk tangan hadirin.

Dalam kesempatan itu, Mahyeldi turut mengenang kedekatannya dengan Mohammad Natsir sejak masa mahasiswa di Universitas Andalas. Ia mengaku kerap mengikuti kegiatan dakwah dan berdialog langsung dengan tokoh tersebut, termasuk dalam berbagai forum yang difasilitasi oleh Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia.

Lebih lanjut, Mahyeldi menilai ketokohan Natsir mampu menjembatani berbagai kelompok di Indonesia. Karena itu, ia mendorong penguatan kembali nilai-nilai perjuangan tokoh bangsa tersebut sebagai inspirasi generasi saat ini.

Selain isu kebangsaan, Mahyeldi juga menyinggung capaian dan program pembangunan di Sumatera Barat. Ia menyebut implementasi falsafah “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah” telah diperkuat melalui Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2022 tentang Pemerintahan Provinsi Sumatera Barat.

Pemerintah daerah, lanjutnya, juga tengah mendorong transformasi Bank Nagari menuju sistem syariah, penguatan wakaf, hingga rencana penerbitan sukuk daerah guna memperkuat ekonomi. Di tengah tantangan fiskal, ia mengapresiasi kontribusi perantau Minang yang disebut mencapai puluhan triliun rupiah per tahun.

“Ini menjadi kekuatan besar bagi ekonomi daerah. Alhamdulillah kemiskinan dan pengangguran terus menurun, serta rasio ketimpangan termasuk yang terendah di Indonesia,” ujar Mahyeldi.

Ia berharap dukungan ulama dan masyarakat terus menguatkan langkah pembangunan daerah dalam bingkai NKRI sesuai amanat UUD 1945.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seven + 7 =