Gelar Raker, DDII Kota Bogor Susun Program Dakwah Lima Tahun ke Depan

 Gelar Raker, DDII Kota Bogor Susun Program Dakwah Lima Tahun ke Depan

Bogor (Mediaislam.id) — Di tengah tantangan sosial dan derasnya arus digital, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Kota Bogor memilih menyusun langkah panjang, bukan sekadar agenda tahunan. Melalui Rapat Kerja (Raker) 2026–2031 yang digelar di Gedung Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Ahad (20/9/2026), organisasi ini merancang peta jalan dakwah lima tahun ke depan dengan menempatkan dakwah sebagai solusi bagi persoalan masyarakat.

Sekitar 50 pengurus DDII Kota Bogor mengikuti musyawarah yang dibagi ke dalam lima divisi. Masing-masing menyusun program strategis yang akan menjadi fondasi gerakan dakwah selama satu periode kepengurusan.

Lima divisi tersebut meliputi Divisi Media dan Humas, Divisi Muslimah, Divisi Dakwah, Pendidikan, Harakah Hadamah dan Ghazwul Fikri, serta Divisi Pengabdian Masyarakat yang menaungi bidang ekonomi, advokasi umat, dan kaderisasi.

Bagi DDII, rapat kerja bukan sekadar menyusun daftar kegiatan, melainkan merumuskan kontribusi nyata bagi Kota Bogor melalui pendidikan, pembinaan dai, pelayanan masyarakat, hingga penguatan literasi digital.

Ketua DDII Kota Bogor, Ustaz Abdul Khalim, menjelaskan bahwa raker tersebut menghasilkan beragam program yang saling terintegrasi, mulai dari dakwah, pendidikan, penelitian, komunikasi, hingga pengembangan kader.

“Hari ini telah selesai rangkaian Rapat Kerja Dewan Dakwah untuk periode 2026–2031. Alhamdulillah lahir banyak program kerja dalam bidang dakwah, pendidikan, penelitian, pengembangan komunikasi, serta pengkaderan dai yang akan menjadi arah gerak organisasi lima tahun ke depan,” ujarnya.

Menurutnya, salah satu fokus utama adalah memperkuat kualitas sumber daya dai melalui berbagai pelatihan. Tidak hanya mencetak dai yang mampu berceramah, tetapi juga memiliki kapasitas menjawab persoalan budaya, pendidikan, dan dinamika masyarakat modern.

Program pelatihan tersebut akan menyasar berbagai segmen, termasuk anak-anak muda yang dididik menjadi kader dakwah yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi.

Perubahan perilaku masyarakat yang semakin bergantung pada ruang digital menjadi perhatian serius DDII. Karena itu, bidang media dan teknologi informasi mendapat mandat untuk mengembangkan digitalisasi dakwah sekaligus memperluas kolaborasi dengan berbagai organisasi kemasyarakatan.

Ustaz Khalim menilai dakwah tidak lagi cukup dilakukan di mimbar masjid, tetapi juga harus hadir secara kuat di media digital agar mampu menjangkau generasi muda.

Selain memperkuat komunikasi publik, DDII juga akan membangun sinergi lintas lembaga demi memperluas jangkauan pelayanan umat.

Di sektor pengabdian masyarakat, DDII memasukkan isu-isu sosial sebagai bagian dari gerakan dakwah. Program advokasi umat akan membahas pendidikan masyarakat, penyuluhan bahaya pinjaman online, penyakit masyarakat, hingga pendampingan terhadap berbagai persoalan sosial.

Salah satu isu yang turut menjadi perhatian adalah implementasi kebijakan Kota Bogor terkait pendidikan keluarga dan perlindungan sosial, termasuk penyuluhan serta penanganan penyimpangan perilaku seksual yang berkaitan dengan Perwali P4S (Pencegahan dan Penanggulangan Perilaku Penyimpangan Seksual).

Tak hanya itu, DDII juga akan mengoptimalkan layanan ambulans yang selama ini menjadi salah satu bentuk pelayanan langsung kepada masyarakat.

Program yang dinilai paling istimewa dalam raker kali ini adalah peluncuran pendidikan Dai Muslimah Inspiratif, sebuah program kaderisasi muslimah selama satu tahun.

Jika sebelumnya DDII telah menjalankan pendidikan dai reguler, kini pembinaan serupa dibuka secara khusus bagi kaum muslimah agar lahir lebih banyak pendakwah perempuan yang mampu menjadi penggerak di tengah masyarakat.

“Selama ini kita sudah memiliki pendidikan dai satu tahun. Tahun ini kita meluncurkan pendidikan Dai Muslimah Inspiratif. Alhamdulillah, peserta pendidikan dai reguler maupun muslimah mencapai sekitar 55 orang,” kata Abdul Khalim.

Ia berharap para lulusan tidak hanya menjadi penceramah, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu membina keluarga, komunitas, dan lingkungan sosialnya.

Bagi DDII Kota Bogor, keberhasilan organisasi bukan diukur dari banyaknya program yang disusun, melainkan sejauh mana dakwah mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Raker 2026–2031 pun ditutup dengan satu garis besar yang menjadi ruh seluruh program kerja: menjadikan Dewan Dakwah sebagai mitra yang menghadirkan solusi atas berbagai persoalan umat melalui dakwah yang terarah, kolaboratif, dan relevan dengan kebutuhan Kota Bogor.

“Tagline kita adalah bagaimana Dewan Dakwah bisa menyumbang solusi bagi Kota Bogor melalui dakwah yang tepat,” pungkas Ustaz Khalim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twelve + sixteen =