Ekstremis Yahudi Pawai Rayakan Penjajahan Yerusalem Timur, Teriakkan ‘Mati bagi Orang Arab’

 Ekstremis Yahudi Pawai Rayakan Penjajahan Yerusalem Timur, Teriakkan ‘Mati bagi Orang Arab’

Pawai kaum Yahudi Israel menandai perebutan dan pendudukan ilegal Israel atas Yerusalem Timur dalam Perang 1967. [Reuters]

Menteri sayap kanan Israel, Itamar Ben Gvir, menandai momen ini dengan menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa yang merupakan tempat tersuci ketiga dalam Islam.

Seorang koresponden AFP melihat Ben Gvir dengan dikawal ketat oleh pengawal berjalan bersama kerumunan dan berpose untuk foto.

Sebagian besar pemilik toko Palestina di Kota Tua telah menurunkan penutup logam mereka dan meninggalkan gang-gang batu yang sepi.

Hanya segelintir toko yang tetap buka di bawah perlindungan para aktivis dari gerakan akar rumput Israel-Palestina bernama Standing Together yang menyebar di seluruh Kota Tua demi melindungi warga dan bisnis Palestina dari pelecehan serta serangan Zionis bersenjata.

Video di media sosial menunjukkan para aktivis didorong dan dikepung oleh para ekstremis yang mengenakan kaus seragam bermotif slogan-slogan bertema Yerusalem.

Dalam salah satu video, para pemuda tersebut melemparkan kursi plastik ke arah seorang pemilik toko Palestina sambil berteriak dan memaki.

Pemilik toko tersebut tampak melempar kembali satu kursi sebelum mengangkat sebatang kayu sebagai peringatan.

Seorang pemilik toko Palestina yang menolak menyebutkan namanya karena takut akan aksi balas dendam memberi tahu AFP bahwa situasi di sana semakin memburuk setiap tahun.

Kerumunan massa meneriakkan “Mati bagi Orang Arab” dan “Semoga desa kalian terbakar” di bawah pengawasan polisi Israel yang dikerahkan di seluruh area tersebut berdasarkan laporan koresponden AFP dan rekaman daring.

Beberapa ekstremis Yahudi bertepuk tangan secara berirama, sementara yang lain menggedor penutup logam toko-toko Palestina yang tutup.

Kerumunan tersebut mencakup anggota gerakan pemukim ilegal garis keras bernama Hilltop Youth yang terkait dengan serangan hampir setiap hari terhadap warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki Israel.

Salah satu dari mereka yang menolak menyebutkan namanya menegaskan bahwa warga Palestina tidak memiliki tempat di wilayah tersebut.

Para pemukim ilegal juga mengonfrontasi jurnalis dengan cara mendorong dan menghalangi mereka untuk mengambil gambar. [TRT World]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × two =