Dorong Standar Internasional, WZWF Puji Peran Baznas dalam Ekosistem Ekonomi Syariah
Sekjen World Zakat and Waqf Forum (WZWF) Datuk Mohd Ghazali Md Noor dalam kegiatan International Zakat Leader Summit 2026 di Jakarta, Sabtu (17/10/2026).
Jakarta (Mediaislam.id) — Sekretaris Jenderal World Zakat and Waqf Forum (WZWF), Datuk Mohd Ghazali Md Noor, menyebut tata kelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Indonesia memiliki peran strategis dalam mendorong pengembangan ekosistem keuangan sosial Islam global.
Ghazali menilai tata kelola ZIS yang dikelola Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI serta wakaf oleh Badan Wakaf Indonesia (BWI) memberikan dampak positif di tingkat nasional maupun internasional.
“Saya melihat bahwa arah Indonesia untuk menjadi negara yang memiliki peran penting dalam dunia Islam mendapatkan harapan besar berkat kapasitas intelektual serta sokongan Presiden dengan ada dua badan yang khusus yaitu Baznas dan juga Badan Wakaf Indonesia,” katanya dalam keterangan di Jakarta, Selasa (20/10/2026) dikutip dari Antara.
Dalam pengembangan ekosistem tersebut, Datuk Ghazali menyoroti kontribusi Baznas melalui berbagai program zakat produktif yang mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Di Indonesia, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) telah mengembangkan berbagai program zakat produktif yang mencakup kewirausahaan, pengembangan pertanian, dukungan bagi usaha mikro, serta pemberdayaan ekonomi berbasis masyarakat,” ujarnya.
Ghazali mendorong penguatan tata kelola melalui penerapan standar internasional, inovasi, serta perluasan kolaborasi antarlembaga dan antarnegara dalam pengelolaan ZIS guna memperkuat pemberdayaan masyarakat.
“Pengenalan Zakat Core Principles (ZCP) atau Prinsip-Prinsip Inti Zakat, yang dikembangkan melalui inisiatif internasional dengan melibatkan Bank Indonesia, Baznas, dan Islamic Research and Training Institute dari Bank Pembangunan Islam (Islamic Development Bank), merupakan tonggak penting dalam menetapkan prinsip-prinsip bersama untuk penyelenggaraan operasional dan pengawasan zakat yang efektif,” ucap Ghazali.
Selain penerapan standar tata kelola, Ghazali menekankan pentingnya inovasi teknologi dalam mendukung pengelolaan zakat. Menurutnya, digitalisasi harus dipadukan dengan tata kelola yang baik dan kapasitas kelembagaan agar tercipta transformasi yang nyata.
Dalam perluasan kolaborasi, Ghazali menekankan pentingnya kerja sama internasional untuk mengatasi tantangan global seperti kemiskinan, ketimpangan, pengungsian, dan kerentanan ekonomi.
Ia berharap kerja sama internasional ke depan terfokus pada penguatan prinsip tata kelola global, pelatihan profesional, serta pertukaran pengetahuan antarlembaga.
“Marilah kita memperkuat tata kelola, merangkul inovasi yang bertanggung jawab, serta memperluas kolaborasi antarlembaga dan antarnegara. Marilah kita membangun ekosistem zakat global yang berlandaskan prinsip-prinsip bersama, keunggulan profesional, dan rasa saling percaya,” kata Datuk Mohd Ghazali Md Noor.
