Dihadiri Tokoh Muslim Dunia, ‘London Halal Forum’ Dorong Boikot Ekonomi Israel
Ilustrasi: Halal London Forum [AA]
“Mudah-mudahan, mereka akan memperluasnya untuk menahan seluruh produk Israel pada suatu saat nanti.”
“Sarapan ini adalah semacam versi lengkap dari apa yang perlu kita lakukan terkait hal itu, yaitu benar-benar memberdayakan para produsen, investor, dan perusahaan rintisan (startup) mana pun yang berasal dari kawasan tersebut.”
Erdogan menambahkan bahwa hal ini harus dimulai dari hal mendasar seperti makanan, tetapi harus berkembang ke sektor-sektor yang “lebih bernilai.” Sektor tersebut meliputi bidang teknologi, kedokteran, dan berbagai bidang lainnya.
Turki akan terus melakukan apa pun yang bisa dilakukan, katanya. Ia menambahkan bahwa isu Palestina melampaui segala batasan dan urusan politik.
Terkait laporan media tentang dirinya yang tidak dapat bepergian ke Israel karena termasuk dalam daftar pejabat senior Turki yang dilarang masuk, Erdogan berharap dapat mengunjungi Masjid Al-Aqsa dalam waktu yang tidak terlalu lama.
“Insyaallah, kita bisa berkumpul dan mengadakan pertemuan-pertemuan ini di Al-Quds, bersama-sama dalam kedamaian dan harmoni,” tambahnya.
‘Israel Juga Melancarkan Perang Ekonomi’
Turut berbicara di lokasi acara, Duta Besar Palestina untuk Inggris, Husam Zomlot, mengatakan bahwa genosida masih berlangsung di Gaza. Pembersihan etnis juga terus terjadi di Tepi Barat, seraya menyoroti serangan “teroris pemukim Israel” yang menargetkan panen zaitun warga Palestina.
Duta besar tersebut mengatakan bahwa Israel juga melancarkan perang ekonomi terhadap rakyat Palestina. Perang di sektor ekonomi tersebut telah berlangsung selama beberapa dekade.
Ketua Eksekutif Suluh Center, Nurul Izzah Anwar, serta Sekretaris Jenderal ICCD, Yousef Khalawi, turut menjadi pembicara utama dalam acara tersebut.
Duta Besar Turki untuk London, Osman Koray Ertas, juga tampak hadir di antara para peserta forum.
Sebuah video tentang Museum Palestina juga ditayangkan selama program tersebut berlangsung. Video itu bertujuan untuk menyajikan dan berkontribusi pada narasi sejarah, budaya, dan masyarakat Palestina.
Mengusung tema “Halal Tayyib for Humanity“, forum ini mengkaji ekspansi ekonomi halal agar melampaui sekadar sertifikasi dan produk makanan. Ekspansi tersebut diarahkan pada bidang investasi, pariwisata, teknologi, rantai pasok, penjenamaan (branding), dan perdagangan internasional.
Edisi pertama forum ini diadakan pada November 2025 di Excel London dan mempertemukan lebih dari 1.500 peserta, baik yang hadir secara langsung maupun virtual. Kegiatan tersebut menyoroti peran London yang mulai muncul sebagai pemain kunci dalam ekonomi halal global yang terus berkembang.[]
Sumber: Anadolu Agency
