Tujuh Akademisi UIN Masuk Ilmuwan Top Dunia, Profesor Siddiq Armia Teratas

 Tujuh Akademisi UIN Masuk Ilmuwan Top Dunia, Profesor Siddiq Armia Teratas

Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Ar-Raniry, Prof. Muhammad Siddiq Armia. [Antara]

Banda Aceh (Mediaislam.id) – Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Ar-Raniry, Prof. Muhammad Siddiq Armia, menempati peringkat pertama ilmuwan dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia. Pemeringkatan ini berdasarkan daftar Top 2 Percent Scientist Worldwide 2026 yang dirilis oleh Stanford University dan Elsevier.

“Alhamdulillah, nama kami kembali tercatat dalam daftar Top 2 Percent Scientist Worldwide 2026. Peringkat kali ini lebih bagus dari tahun sebelumnya,” kata Siddiq dalam keterangannya di Banda Aceh, Senin (12/10/2026), sebagaimana dikutip dari Antara.

Ia menjelaskan, Prof. Mursyid Djawas yang juga berasal dari FSH UIN Ar-Raniry menempati urutan tepat di bawahnya. Secara keseluruhan, terdapat tujuh akademisi UIN se-Indonesia yang berhasil masuk dalam daftar ilmuwan top dunia tersebut.

Sesuai urutan peringkat, ketujuh ilmuwan itu adalah Siddiq Armia, Mursyid Djawas, Hariyanto (UIN Purwokerto), Saiful Mujani (UIN Jakarta), Khairunnisa Musari (UIN Jember), Maila D.H. Rehiem (UIN Jakarta), dan Habibis Saleh (UIN Riau).

Siddiq berupaya untuk terus melakukan transfer ilmu bertaraf dunia kepada akademisi muda dan mahasiswa. Fokus utamanya adalah meningkatkan kemampuan menulis dan publikasi di jurnal internasional.

Selain mengabdi di UIN Ar-Raniry, alumnus Dayah Darussaadah Teupin Raya, Pidie, ini juga kerap menjadi dosen tamu (visiting lecturer) dan penguji disertasi (external examiner). Ia sering diundang oleh berbagai kampus ternama, baik di Indonesia maupun mancanegara.

Alumnus MAN Beureunuen tersebut berulang kali menerima undangan mengajar atau menguji disertasi strata tiga (S-3). Negara-negara yang pernah mengundangnya antara lain Inggris, Maroko, Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, Filipina, Thailand, Korea, dan Malaysia.

Pada akhir Agustus hingga September 2026 lalu, Siddiq mewakili Indonesia dalam pertemuan ilmiah tingkat global di markas PBB, Jenewa. Acara bergengsi tersebut dihadiri oleh akademisi dari 20 negara. Selain itu, ia juga berkesempatan mengunjungi gedung Parlemen Inggris (House of Lords).

Secara akademik, Siddiq menyelesaikan studi S-1 di FSH UIN Ar-Raniry pada tahun 2000 dan S-2 di Universitas Indonesia pada tahun 2004. Ia meraih gelar doktor (S-3) dari Anglia Ruskin University, Cambridge, Inggris, pada tahun 2016 dengan disertasi mengenai studi komparasi di Mahkamah Konstitusi Jerman.

Pria yang memiliki spesialisasi keilmuan di bidang Hukum Tata Negara Internasional ini telah menghasilkan banyak karya. Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai jurnal bereputasi internasional dan telah dirujuk ribuan kali oleh akademisi lintas negara.

Sebelumnya, nama pria kelahiran Takengon, Aceh Tengah, ini juga telah masuk dalam daftar pemeringkatan bergengsi yang sama pada tahun 2025.[]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

10 + six =