Bentrokan Meluas di Tepi Barat, Sejumlah Warga Palestina Gugur

 Bentrokan Meluas di Tepi Barat, Sejumlah Warga Palestina Gugur

Pemuda Palestina berlindung dari serangan tentara Israel di Jenin, Tepi Barat. [AP]

Tepi Barat (Mediaislam.id) – Seorang warga Palestina mengalami sesak napas setelah diserang pemukim Israel dan disemprot gas merica di Desa Abu Anjim, sebelah tenggara Betlehem, pada Rabu malam.

Serangan itu terjadi setelah kendaraan miliknya menjadi sasaran, bersamaan dengan serbuan pasukan Israel dan bentrokan di sejumlah wilayah Tepi Barat.

Warga tersebut, Muhammad Hussein Hijazi, diserang sekelompok pemukim di Desa Abu Anjim sebelum disemprot gas merica hingga mengalami sesak napas, menurut sumber setempat.

Di Kota Al-Bireh terjadi bentrokan antara pemuda Palestina dan pasukan Israel. Pasukan Israel melepaskan tembakan dalam bentrokan tersebut.

Pasukan Israel juga menyerbu Kota Tammun dan Kota Tubas.

Di Jenin, pemuda Palestina menghadang kendaraan militer Israel dengan melemparkan batu ketika pasukan tersebut menyerbu kawasan Al-Bayader.

Bentrokan juga terjadi di Desa Qaryut, sebelah tenggara Nablus. Pasukan Israel melepaskan gas air mata dan granat suara.

Bentrokan meluas ke Kota Beit Furik di sebelah timur Nablus. Pasukan Israel melepaskan granat suara.

Hingga saat itu belum diketahui secara langsung jenis dan jumlah korban luka.

Peningkatan kekerasan terjadi ketika serangan pemukim di Tepi Barat terus meningkat.

Pusat Informasi Palestina mencatat 4.357 serangan pemukim sejak awal 2026 hingga akhir Agustus.

Bersamaan dengan serangan pemukim, pasukan Israel terus menyerbu kota, desa, dan kamp pengungsi Palestina.

Operasi tersebut berlangsung dengan pengerahan militer, pembatasan pergerakan warga, dan bentrokan di sejumlah wilayah.

Serangan yang berlangsung bersamaan tersebut meningkatkan kekhawatiran warga Palestina karena warga, kendaraan, dan harta benda mereka menjadi sasaran.

Tujuh Warga Gaza Tewas

Di Gaza, tujuh warga Palestina tewas dan sejumlah lainnya terluka akibat tembakan pasukan Israel pada Selasa malam dan Rabu pagi.

Dengan tambahan tersebut, jumlah korban tewas sejak Senin mencapai delapan orang, sementara pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata terus berlangsung.

Dua jenazah tiba di Kompleks Medis Nasser, termasuk anak perempuan berusia delapan tahun, Amal Yasser Omar.

Sebanyak 14 orang juga terluka akibat serangan terhadap tenda pengungsi di Al-Mawasi, Khan Younis, Gaza selatan.

Pada Rabu malam, serangan pesawat tanpa awak Israel menewaskan seorang warga dan melukai sejumlah lainnya di dekat kawasan Al-Baydar, Sheikh Ajlin, sebelah barat Kota Gaza.

Tiga orang terluka setelah serangan pesawat tanpa awak Israel di sebelah barat Al-Jawazat, sebelah barat Kota Gaza.

Dua warga lainnya tewas dan sejumlah orang terluka setelah pesawat Israel menyerang gerbang Masjid Al-Furqan di Jalan Ketiga, kawasan Sheikh Radwan, sebelah utara Kota Gaza.

Sumber setempat melaporkan warga lanjut usia Saleh Ramadan Al-Dabour, 65 tahun, dari Kamp Halaweh di Jabalia, tewas akibat tembakan pasukan Israel.

Pada Selasa pagi, Yusuf Saad Al-Din Al-Zaeem, 33 tahun, meninggal akibat luka yang dideritanya dalam serangan Israel di dekat Bundaran 17, sebelah barat Kota Gaza, pada Senin malam.

Ahmad Al-Batsh juga tewas setelah pesawat Israel menyerang sebuah mobil dekat Supermarket Al-Basha di kawasan Al-Saftawi, sebelah utara Kota Gaza.

Serangan tersebut juga melukai sejumlah warga, beberapa di antaranya mengalami luka serius.

Pada Senin malam, sejumlah warga terluka akibat serangan pesawat tanpa awak Israel di dekat Bundaran 17, sebelah barat daya Kota Gaza.

Pesawat Israel juga menyerang wilayah timur laut Kota Gaza.

Kendaraan militer Israel melepaskan tembakan intensif di sebelah timur Jabalia. Wilayah sekitar Kamp Jabalia dan Beit Lahia juga mengalami tembakan intensif.

Pasukan Israel juga melepaskan tembakan intensif di sebelah utara Kamp Bureij dan sebelah timur Kota Al-Qarara, sebelah utara Khan Younis.

Serangan artileri Israel juga menyasar bagian selatan kota tersebut.

Pada Senin malam, Raafat Abu Al-Zumr, 49 tahun, tewas dan sejumlah lainnya terluka setelah Israel menyerang sebuah tenda pengungsi di Al-Mawasi, sebelah barat Khan Younis.

Sebelumnya, dua warga tewas dan 10 lainnya terluka akibat serangan pesawat tanpa awak Israel yang menyasar sebuah tenda di depan Stadion Al-Yarmouk di pusat Kota Gaza.

Sumber lokal dan medis mengatakan tim medis mengevakuasi jenazah seorang warga yang terkena tembakan dari kendaraan militer Israel di dekat “kubus-kubus kuning” di kawasan Al-Mawasi, Rafah, sebelah selatan Gaza.

Pasukan Israel terus melanggar kesepakatan gencatan senjata di Gaza melalui serangan udara dan artileri terhadap lokasi pengungsian.

Operasi penghancuran dan perusakan juga terus dilakukan di dalam wilayah yang dikenal sebagai Garis Kuning.

Pembatasan terhadap pergerakan barang, bantuan, dan perjalanan juga masih berlangsung.

Menurut data Kementerian Kesehatan Palestina, jumlah korban tewas sejak dimulainya gencatan senjata pada 10 Oktober tahun lalu mencapai 1.375 orang.

Jumlah korban luka mencapai 4.686 orang, sementara 831 jenazah telah berhasil dievakuasi.

Secara keseluruhan, sejak dimulainya agresi pada 7 Oktober 2023, jumlah korban tewas mencapai sekitar 73.789 orang dan korban luka 174.798 orang.

Angka tersebut menunjukkan besarnya korban manusia akibat serangan Israel yang terus berlangsung di Jalur Gaza.

sumber: infopalestina

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eighteen − twelve =