Bela Al-Aqsha adalah Kewajiban Seluruh Umat Islam
KH Shabri Lubis di acara Reuni 212
Bogor (Mediaislam.id) – Ketua Lembaga Pecinta Al-Aqsha, KH Shabri Lubis, menyampaikan kritik tajam atas upaya penutupan Masjid Al-Aqsha yang telah berlangsung lebih dari sebulan serta menyerukan kepedulian umat Islam di seluruh dunia.
Dalam ceramahnya, Kiai Shabri menegaskan bahwa sejak hari pertama pecahnya perang Israel dan Amerika melawan Iran, Masjid Al-Aqsha langsung ditutup. Akibatnya, umat Islam tidak dapat melaksanakan ibadah penting seperti salat Jumat, salat tarawih selama Ramadan, bahkan hingga salat Idulfitri.
“Ini bukan masjid biasa. Masjid Al-Aqsha adalah masjid internasional, masjid suci umat Islam seluruh dunia, dan merupakan masjid tertua kedua setelah Masjidil Haram,” ujarnya saat ceramah di Majelis Al Ihya Bogor, Ahad (5/4/2026).
Ia mengingatkan bahwa Al-Aqsha memiliki kedudukan istimewa dalam Islam, sebagai salah satu dari tiga masjid suci selain Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Penutupan tempat suci ini, menurutnya, bukan hanya persoalan lokal Palestina, melainkan persoalan seluruh umat Islam.
Dalam tausiyahnya, Kiai Shabri juga menyinggung sejarah penaklukan kembali Al-Aqsha oleh Salahuddin Al-Ayyubi, yang terjadi setelah umat Islam mengalami perpecahan dan kelemahan internal.
Oleh karena itu, ia mengajak umat Islam saat ini untuk mengambil pelajaran dari sejarah tersebut, dengan memperkuat persatuan dan meningkatkan kepedulian terhadap perjuangan membela Al-Aqsha.
Kiai Shabri juga menekankan pentingnya kontribusi umat Islam melalui infak dan dukungan moral sebagai bentuk “ribat” atau perjuangan di jalan Allah, meskipun dilakukan dari jarak jauh.
“Masjid Al-Aqsha bukan milik Palestina saja, tapi milik umat Islam sedunia, termasuk kita di Bogor. Dengan niat yang benar, infak kita bisa bernilai seperti ribat di sana,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa dalam ajaran Islam, niat memiliki peran besar dalam menentukan nilai amal. Oleh karena itu, umat Islam diimbau untuk meluruskan niat dalam membantu perjuangan Al-Aqsha, meskipun hanya melalui donasi kecil namun dilakukan secara konsisten.
Dalam kesempatan itu, Kiai Shabri juga melontarkan kritik terhadap sejumlah negara Muslim yang dinilai belum menunjukkan sikap tegas dalam membela Al-Aqsha.
Ketua Umum Persaudaraan Alumni (Persada) 212 itu mempertanyakan peran negara-negara di kawasan Timur Tengah yang secara geografis dekat dengan Palestina, namun dinilai belum memberikan dukungan maksimal.
“Selama Masjid Al-Aqsha ditutup, banyak orang berusaha salat di sekitar masjid tapi itupun dilarang, mereka diusir, dipukulin, ditembakin. Kemarin umat Islam ingin salat Idulfitri datang ke depan dan samping pintu Masjidil Aqsha itu juga ditembakin dan diusir,” ungkap Kiai Shabri.
“Pertanyaannya, kemana Umat Islam di Mesir? yang berada di sebelahnya Palestina. Mana itu Yordania? Mana Saudi Arabia? Negara-negara teluk bukannya membela Masjidil Aqsha malah ada yang bela Amerika dan Israel,” tambahnya.
Oleh karena itu, ia menyerukan solidaritas dunia Islam dengan mengajak umat Islam untuk lebih peduli dalam perjuangan dan kondisi kaum Muslimin di manapun khususnya di Palestina dan Masjidil Aqsha. []
