Cegah Bullying di Lingkungan Pondok, PWNU-Polda Jatim Inisiasi Kerja Sama “Jogo Pondok”

 Cegah Bullying di Lingkungan Pondok, PWNU-Polda Jatim Inisiasi Kerja Sama “Jogo Pondok”

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dekananto Eko Purwono saat berkunjung ke Kantor PWNU Jatim, Surabaya, Kamis (5/11/2026).

Surabaya (Mediaislam.id) — Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur menyiapkan kerja sama program “Jogo Pondok” (Jaga Pesantren). Program ini digagas untuk mengatasi maraknya kasus perundungan (bullying) di lingkungan sekolah dan pesantren.

“Selama ini polisi sudah punya program Jogo Sekolah dan Jogo Omah. Karena PWNU punya rencana yang sama untuk pondok, nanti kita kerja samakan juga Jogo Pondok,” kata Kapolda Jatim Irjen Pol. Dekananto Eko Purwono saat berkunjung ke Kantor PWNU Jatim di Surabaya, Kamis (05/11/2026).

Kapolda menyampaikan bahwa hubungan Polda Jatim dengan PWNU Jatim selama ini telah terjalin dengan baik. Kemitraan tersebut salah satunya terlihat dalam pengamanan Muktamar ke-35 NU di Jombang pada Agustus lalu.

“Sebagai pimpinan baru, saya sowan ke PWNU untuk melanjutkan hubungan baik itu. Kalau tidak ke sini, bisa kualat,” ujar Kapolda berseloroh.

Terkait maraknya dinamika pascamuktamar, ia menilai hal tersebut sebagai hal lumrah di lingkungan NU dan pesantren. Menurutnya, perdebatan yang ramai biasanya akan diakhiri dengan suasana kekeluargaan penuh humor (ger-geran).

“Hal itu biasa. Saya juga pernah membantu pengamanan Muktamar NU di Lampung sehingga bisa memahami,” tambahnya.

Melalui kunjungan tersebut, Kapolda Jatim mengharapkan arahan serta bimbingan dari PWNU mengingat NU merupakan organisasi kemasyarakatan terbesar di Jawa Timur.

“Saya mohon kritik jika ada anggota saya yang sikapnya kurang berkenan. Kami juga membiasakan keliling masjid setiap Jumat untuk pendekatan kepada masyarakat,” tuturnya.

Polda Jatim berharap sinergi dengan PWNU Jatim terus terbangun, baik melalui program Jogo Pondok maupun perkuatan Dai Kamtibmas.

“Saya yakin Dai Kamtibmas di Jatim mayoritas berasal dari NU. Saya berterima kasih kepada PWNU karena Jatim tetap kondusif di tengah banyaknya gejolak di Jakarta,” kata Kapolda.

Menanggapi kunjungan tersebut, Plh. Ketua PWNU Jatim Firjaun Barlaman (Gus Firjaun) berharap pertemuan ini semakin memperkuat ukhuwah serta kerja sama lintas lembaga.

“Warga NU bukan cuma terbesar di Jatim, melainkan di dunia. Jika kami merepotkan Polda, kami mohon maaf. Selain kegiatan Hari Santri, sebentar lagi ada Harlah NU pada akhir Januari 2027. Kami berharap dukungan untuk kegiatan Apel Kader Harlah NU di Banyuwangi,” ujar Gus Firjaun.

Apel Kader NU yang rencananya diikuti 35.000 kader se-Jatim pada 30–31 Januari 2027 tersebut bertujuan meneguhkan komitmen kebangsaan NU dalam menjaga NKRI dan Pancasila. Selain peneguhan komitmen kebangsaan, penegakan keadilan hukum juga menjadi fokus perhatian.

“Khusus program Jogo Pondok, konsepnya bisa dimatangkan dalam tiga fokus kegiatan: pencegahan melalui edukasi anti-bullying, pendampingan paralegal jika terjadi perundungan, serta pemulihan pascainsiden yang melibatkan psikolog dan unit PPA,” pungkasnya.[Antara]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

19 + 16 =