Serangan Drone Israel Kembali Bantai Warga Sipil dan Anak-Anak di Gaza

 Serangan Drone Israel Kembali Bantai Warga Sipil dan Anak-Anak di Gaza

Ambulans di Gaza mengevakuasi korban serangan Zionis Israel. [AFP]

GAZA (Mediaislam.id) — Sedikitnya delapan warga Palestina gugur akibat serangan militer Israel di Gaza, demikian mengutip sumber rumah sakit kepada Al Jazeera.

Serangan drone Israel menewaskan lima orang dan melukai beberapa lainnya di al-Mawasi, sebelah barat Khan Younis, Gaza selatan, pada Ahad (1/11/2026).

Di lokasi tersebut, pasukan Israel menargetkan sejumlah petugas kepolisian yang sedang menjalankan tugas, menurut Kementerian Dalam Negeri Gaza.

“Mereka ditargetkan saat sedang menjalankan tugasnya,” kata jurnalis Al Jazeera, Hani Mahmoud, dalam lapornnya langsung dari Kota Gaza.

Tentara Israel mengklaim kepada kantor berita AFP bahwa mereka menyasar “seorang teroris” di Gaza selatan.

Sementara itu di Gaza utara, sekurang-kurangnya tiga warga Palestina, termasuk seorang bocah laki-laki berusia empat tahun, gugur dalam serangan drone di lingkungan Rimal, Kota Gaza, kata sumber di Rumah Sakit al-Shifa. Pusat perbelanjaan Taj Mall juga turut disasar.

Satu korban jiwa lainnya meninggal pada Ahad akibat luka parah yang dialami dari serangan sebelumnya.

Kecaman Hamas atas Kejahatan Perang

Hamas mengutuk keras serangan terbaru Israel tersebut dan menyebutnya sebagai “kejahatan perang yang disengaja”.

Dalam pernyataan resminya pada Ahad, Hamas mengecam “pembantaian mengerikan” yang menargetkan sekelompok petugas polisi serta “pemboman Kota Gaza” yang menewaskan dan melukai warga sipil.

Penargetan secara sengaja dan berulang terhadap petugas kepolisian yang sedang menjalankan tugas merupakan bagian dari “upaya Israel untuk menghalangi pemulihan, merusak stabilitas di Jalur Gaza, dan menyebarkan kekacauan”, tulis pernyataan tersebut. Hamas menambahkan bahwa “sikap diam internasional dan kegagalan menghadapi kejahatan mengerikan ini hanya akan memperkuat keberanian pihak pendudukan”.

“Ini adalah babak baru dari rangkaian kekejaman Zionis terhadap rakyat Palestina… sebuah kelanjutan dari perang genosida yang dampak tragisnya masih terus dialami rakyat kami,” tegas Hamas.

Pasukan Israel terus menggempur Gaza meskipun “gencatan senjata” yang diprakarsai Amerika Serikat telah berlaku sejak Oktober lalu, dan telah menewaskan lebih dari 1.500 jiwa sejak saat itu.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, sekurang-kurangnya 74.594 warga Palestina telah gugur sejak Israel meluncurkan perang genosidanya pada Oktober 2023. [Aljazeera.com]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eleven − 4 =