Wasekjen MUI: Film Buya Hamka Sarat Pesan Moral dan Keteladanan

 Wasekjen MUI: Film Buya Hamka Sarat Pesan Moral dan Keteladanan

Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Seni Budaya, Erick Yusuf. (Foto: Dok. Republika).

Jakarta (Mediaislam.id)–Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Seni Budaya, Erick Yusuf, mengajak masyarakat menyaksikan film Buya Hamka: Awal Mula (Vol. 3). Film tersebut dinilai tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga menyampaikan pesan moral dan keteladanan yang relevan bagi kehidupan masyarakat, khususnya generasi muda.

Erick mengatakan, film produksi kolaborasi MUI, Starvision, dan Falcon Pictures itu mengangkat nilai-nilai luhur melalui perjalanan hidup Buya Hamka. Menurut dia, kisah tersebut dapat menjadi sarana pembelajaran tentang perjuangan, pembentukan karakter, dan proses meraih keberhasilan.

“Saya mengajak ya semua masyarakat untuk mengapresiasi, untuk ikut menonton film Buya Hamka volume yang ketiga ini ya, sekuel yang ketiga. Mengapa? Karena pertama di dalam film ini itu jelas banyak sekali pesan-pesan yang sangat bagus ya,” ujar Erick Yusuf di Kantor MUI, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (27/10/2026), dikutip Mediaislam.id dari laman MUI Digital.

Erick menjelaskan, film Buya Hamka: Awal Mula menyoroti perjalanan hidup ulama besar tersebut sejak masa kecil. Melalui kisah itu, penonton diajak memahami bahwa pembentukan karakter dan pencapaian seseorang membutuhkan proses panjang serta perjuangan yang tidak mudah.

“Ini tontonan yang juga merupakan tuntunan. Bagaimana Buya Hamka itu ditempa ya dari masa kecilnya itu, jadi penuh dengan berbagai perjuangan. Jadi kita mesti paham orang besar itu ya itu melalui proses yang tidak mudah ya,” kata Erick.

Ia menambahkan, film tersebut juga menggambarkan sosok Buya Hamka dalam berbagai peran. Selain dikenal sebagai ulama, Hamka merupakan sastrawan dan pemimpin yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum MUI pertama.

Menurut Erick, penggambaran perjalanan hidup Buya Hamka dapat membantu masyarakat mengenal lebih dekat sosok tokoh bangsa tersebut, sekaligus mengambil pelajaran dari perjuangan dan keteladanannya.

Erick juga menyampaikan, proses penggarapan film tersebut mendapat arahan dan pengawasan MUI, terutama terkait nilai-nilai yang disampaikan kepada penonton.

“Jadi ini sudah di dalam arahan, di dalam pengawasan, di dalam nilai-nilainya itu sudah dilihat dan dituntun oleh MUI. Jadi insyaallah ini film yang sangat baik, film yang sangat bergizi ya dalam tanda petik, yang sangat lezat juga untuk ditonton,” ungkapnya.

 

Diharapkan Jadi Teladan Generasi Muda

Erick menilai, kisah hidup Buya Hamka relevan di tengah kondisi masyarakat yang dinilai menghadapi krisis keteladanan. Nilai perjuangan, integritas, dan kepemimpinan yang tercermin dalam perjalanan hidup Hamka diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran bagi masyarakat.

Kehadiran film biografi tersebut juga diharapkan dapat mendorong generasi muda mengenal lebih dekat sosok Buya Hamka, baik sebagai ulama maupun tokoh yang berkontribusi dalam bidang sastra, dakwah, dan kehidupan kebangsaan.

Karena itu, Erick mengingatkan masyarakat agar tidak melewatkan penayangan film tersebut yang dijadwalkan berlangsung serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 19 November 2026.

“Karenanya jangan lewatkan 19 November 2026, tonton di seluruh bioskop,” kata Erick Yusuf.

Melalui film ini, masyarakat diharapkan tidak hanya menikmati kisah perjalanan hidup Buya Hamka, tetapi juga menyerap nilai-nilai perjuangan dan keteladanan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

18 + 3 =