Anak Palestina di Tepi Barat Kembali ke Sekolah di Tengah Masa Sulit
Sejumlah anak Palestina berjalan melintasi pos penghalang militer Israel ketika mereka menuju sekolah untuk memulai tahun ajaran baru di gerbang masuk utama Desa Qusra, Nablus selatan, Tepi Barat, Palestina, Ahad (6/9/2026). [Xinhua]
Nablus (Tepi Barat) – Tahun ajaran baru dimulai pada Ahad (6/9/2026) di seluruh Tepi Barat, di mana sekolah-sekolah Palestina berusaha melanjutkan kegiatan belajar mengajar di tengah situasi sulit yang terjadi.
Sedikitnya 864.000 siswa masuk ke lebih dari 2.500 sekolah di seluruh Tepi Barat tahun ini, yang diperkuat sekira 54.000 guru, demikian otoritas pendidikan setempat.
Harapan bagi Palestina terus disemai sebagaimana Menteri Pendidikan Palestina Amjad Barham menyampaikan tahun ajaran baru ini menandai dibukanya 15 sekolah baru.
Ia menegaskan jajarannya terus menyusun rencana untuk memastikan kelanjutan proses pendidikan meskipun menghadapi beragam tantangan seperti tembok penghalang, pos pemeriksaan, penutupan akses, bahkan penghancuran sekolah di berbagai desa dan kota yang terdampak aktivitas pemukim Israel.
Pada April lalu Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengeluarkan laporan bahwa per Desember 2025 jumlah pembatasan pergerakan yang diberlakukan terhadap warga Palestina di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, mencapai 925 kasus.
Angka itu 43 persen lebih tinggi dibandingkan rata-rata 647 kasus pembatasan pergerakan per tahun dalam kurun waktu 20 tahun sebelumnya. [Xinhua]
