Politisi Oposisi Desak Netanyahu Dipenjara, Mengapa?

 Politisi Oposisi Desak Netanyahu Dipenjara, Mengapa?

Benjamin Netanyahu

JERUSALEM (Mediaislam.id)— Politisi oposisi Israel, Yair Golan, mengecam keras Benjamin Netanyahu terkait peringatan sebelum serangan 7 Oktober 2023. Pemimpin partai Democrats tersebut menuduh sang perdana menteri melakukan pengabaian kriminal dan menuntut penggantian kepemimpinannya.

Golan, yang merupakan mantan wakil kepala staf tentara Israel, menyebut Netanyahu secara sengaja menyembunyikan peringatan dari Presiden Uni Emirat Arab, Mohammed bin Zayed.

“Dia tahu. Dia sudah diperingatkan,” tulis Golan dalam unggahannya di media sosial. “Ini bukan sekadar kekeliruan dalam menilai situasi, melainkan pengabaian secara sengaja dan tergolong tindakan kriminal.”

Hasil investigasi media Haaretz melaporkan bahwa pemimpin UEA tersebut telah memperingatkan Netanyahu mengenai rencana Hamas beberapa hari sebelum serangan terjadi. Namun, Netanyahu tidak menyampaikan informasi tersebut kepada para pimpinan keamanan.

Kantor berita Jerusalem Post melaporkan bahwa kantor Netanyahu membantah klaim tersebut. Pihaknya menyatakan Netanyahu tidak pernah berbicara dengan Presiden UEA maupun menerima peringatan selama periode waktu yang dimaksud.

Golan menuding Netanyahu sengaja menyembunyikan informasi dari pihak militer dan badan keamanan dalam negeri Shin Bet. Temuan tersebut dinilai menghancurkan narasi kronologi kejadian yang disampaikan oleh Netanyahu selama ini.

Ia juga menuduh Netanyahu terus mengabaikan berbagai peringatan berulang dari lembaga keamanan maupun dari para pengunjuk rasa penentang pemerintah.

“Kami telah memperingatkan — ratusan ribu demonstran yang turun ke jalan menyuarakan bahwa kebijakan Anda membahayakan Israel dan memicu bencana,” tegas Golan.

Menurut Golan, Netanyahu justru merespons peringatan tersebut dengan melabeli para demonstran sebagai kelompok anarkis. Netanyahu dinilai lebih memprioritaskan kelangsungan politik pribadinya serta memberi panggung kepada kelompok ekstremis.

Dengan menyoroti banyaknya korban jiwa dari pihak Israel, Golan menegaskan bahwa Netanyahu sudah tidak layak lagi memimpin pemerintahan.

“Netanyahu tidak kompeten dan tidak sah memimpin. Tempat yang pantas baginya adalah di dalam penjara atas kejahatan terhadap negara,” tulis Golan.

Tudingan ini mengemuka menjelang pemilu Israel mendatang dan memperkuat kritik dari mantan Perdana Menteri Naftali Bennett. Bennett turut mengonfirmasi laporan tersebut serta mengutuk tindakan Netanyahu sebagai bentuk kelalaian kriminal.

melalui unggahannya, Bennett menyatakan bahwa Netanyahu gagal memberi tahu para pimpinan keamanan, tidak segera menggelar rapat kabinet, serta berupaya menghalangi pembentukan komisi penyelidikan negara.[]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

19 − 9 =