Blissful Mawlid 1448 H, Ini 10 Agenda Kemenag Sambut Maulid
Jakarta (Mediaislam.id)–Kementerian Agama mengemas peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw. 1448 H melalui rangkaian Blissful Mawlid 1448 H. Tidak berhenti pada seremoni peringatan, rangkaian ini dirancang menyentuh berbagai bidang layanan keagamaan, mulai dari selawat, zakat, kepenghuluan, perkawinan, ketahanan keluarga, hingga pengembangan literasi Al-Qur’an dan ilmu falak.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, mengatakan, Blissful Mawlid diarahkan agar semangat mencintai dan meneladani Rasulullah saw. dapat tumbuh sebagai gerakan yang dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Karena itu, agenda yang disiapkan tidak hanya berpusat pada satu kegiatan, tetapi tersebar dalam sejumlah program dengan sasaran dan pendekatan yang berbeda.
“Ditjen Bimas Islam melaksanakan kegiatan ini bukan hanya seremonial, tetapi juga gerakan masyarakat secara luas. Semoga gerakan ini menjadi gerakan dari Sabang sampai Merauke dan meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad saw.,” ujar Abu dalam rangkaian Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. 1448 H di Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Menurut Abu, pendekatan tersebut penting agar peringatan Maulid tidak berhenti pada ekspresi kecintaan kepada Rasulullah saw., tetapi juga diterjemahkan ke dalam aktivitas keagamaan dan pelayanan yang memberi manfaat bagi masyarakat. Karena itu, rangkaian Blissful Mawlid mencakup agenda yang berlangsung sejak akhir Agustus hingga Oktober 2026.
Salah satu agenda utama ialah Gema Selawat Kebangsaan yang berlangsung pada 31 Agustus hingga 7 September 2026 secara nasional. Gerakan ini menargetkan 1.781.945 peserta untuk membaca Dalā’il al-Khayrāt, angka yang secara simbolik terinspirasi dari tanggal Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1945.
Abu menjelaskan, Gema Selawat Kebangsaan menjadi ikhtiar untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah saw. sekaligus menghadirkan doa bagi bangsa. Pembacaan Dalā’il al-Khayrāt juga menjadi pintu untuk menghidupkan kembali tradisi selawat di tengah masyarakat melalui partisipasi yang meluas dari berbagai daerah.
Peluncuran gerakan tersebut dirangkaikan dengan Ijazah Kubra pembacaan Dalā’il al-Khayrāt oleh Sidi Idris al-Fihri al-Fasi, Wakil Rektor Universitas al-Qarawiyyin sekaligus Pimpinan Zawiyah Fasiyah, Fes, Maroko. Momentum ini juga diisi ceramah Maulid Nabi Muhammad saw. oleh Habiburrahman El-Syirazi serta sambutan dan arahan Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Selain selawat, Blissful Mawlid menghadirkan BeZakat 2026, yakni program seleksi penerima Beasiswa Zakat yang dibuka pada 24 Agustus hingga 7 September 2026. Program hasil sinergi Kementerian Agama, BAZNAS RI, dan LAZ se-Indonesia tersebut bekerja sama dengan 21 perguruan tinggi untuk membuka akses pendidikan bagi mahasiswa dari keluarga mustahik melalui pembiayaan UKT, living cost, bantuan laptop, dan pembinaan.
Pada sisi layanan perkawinan, rangkaian ini diawali Expert Meeting Penghulu pada 24–27 Agustus 2026 di Nganjuk, Jawa Timur. Forum tersebut membahas telaah dan harmonisasi kebijakan teknis kepenghuluan, termasuk isu layanan perkawinan, penyelarasan regulasi, serta rekomendasi penguatan tata kelola layanan nikah agar semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
Selain itu, lanjutnya, penguatan layanan keluarga kemudian dilanjutkan melalui Nikah Massal Blissful Mawlid 1448 H pada 5–6 September 2026. Bekerja sama dengan Yayasan Mutia Hatta, kegiatan tersebut diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan perkawinan yang sah, tercatat, dan bermartabat sekaligus memperkuat ikhtiar membangun keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah.
Menurutnya, menempatkan penguatan keluarga sebagai bagian penting dari nilai keteladanan Rasulullah saw. Karena itu, rangkaian Blissful Mawlid juga menghadirkan Tasyakur Maulidur Rasul untuk Penguatan Ketahanan Keluarga Indonesia serta NASUHA 2026: National Symposium of Ulama and Penghulu pada 9–10 September 2026 di Buntet Pesantren, Cirebon. Tasyakur dikemas dalam format Nada dan Dakwah, sedangkan NASUHA menjadi ruang dialog ulama dan penghulu untuk memperkuat resiliensi keluarga sakinah dan maslahah.
Rangkaian tersebut berlanjut melalui MTQ Nasional ke-31 pada 11–20 September 2026 di Semarang, Jawa Tengah, dengan tema “Menebar Cahaya Al-Qur’an dalam Harmoni Menuju Indonesia Emas yang Berkeadaban”. Setelah itu, agenda Blissful Mawlid berlanjut ke MABIMS Islamic Astronomy Workshop pada 10–12 Oktober 2026 di Observatorium Bosscha dan Car Free Day SIGAP MAS pada 25 Oktober 2026 di kawasan Hotel Grand Sahid untuk memperkuat literasi masyarakat mengenai Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid.
“Keberagaman agenda tersebut menunjukkan bahwa semangat Maulid dapat diterjemahkan dalam banyak bentuk kemaslahatan. Selawat menjadi penguatan spiritual, zakat membuka akses pendidikan, kepenghuluan dan nikah massal memperkuat layanan keluarga, sementara MTQ, ilmu falak, dan edukasi zakat memperluas literasi keislaman,” ujar Abu.
Rangkaian ini, kata Abu, juga menjadi bagian dari ikhtiar Kemenag di bawah kepemimpinan Menag Nasaruddin Umar untuk menghadirkan kehidupan keagamaan yang menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah saw., memperkuat persaudaraan, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.*
