Tak Jadi Ketum PBNU, Gus Yahya Akan Fokus Dialog Antaragama dan Penguatan Gerakan Islam
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf.
JOMBANG (Mediaislam.id) — Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), K.H. Yahya Cholil Staquf, menegaskan dirinya akan kembali berkonsentrasi pada agenda dialog antaragama. Selain itu, ia juga akan berfokus pada penguatan gerakan Islam Kemanusiaan atau Humanitarian Islam.
Gus Yahya, sapaan akrabnya, mengatakan fokus tersebut akan dijalankan melalui sejumlah lembaga internasional yang telah didirikannya. Salah satunya adalah Center for Shared Civilizational Values (CSCV) atau Pusat Nilai-Nilai Peradaban Bersama.
“Yayasan yang didirikan oleh saya, yang bertindak sebagai sekretariat permanen untuk mengurusi dan mengelola pergerakan global forum Religion of Twenty (R20) adalah Center for Shared Civilizational Values (CSCV) atau Pusat Nilai-Nilai Peradaban Bersama,” kata Gus Yahya dalam keterangannya di Jombang, Selasa (1/9/2026), seperti dikutip dari Antara.
Menurut dia, CSCV menjadi sekretariat permanen yang mengelola pergerakan global forum R20. Forum ini mempertemukan para pemimpin agama dari berbagai negara untuk membangun dialog mengenai nilai-nilai peradaban bersama.
Selain CSCV, Gus Yahya mengatakan dirinya merupakan pendiri yayasan keagamaan global yang berbasis di Amerika Serikat, yakni Bayt ar-Rahmah Li ad-Da’wa al-Islamiyah Rahmatan li al-‘Alamin.
“Selain CSCV, saya juga merupakan pendiri dari yayasan keagamaan global berbasis di Amerika Serikat bernama Bayt ar-Rahmah,” ujarnya.
Kedua lembaga tersebut, kata dia, selama ini bekerja sama dengan PBNU dalam mengembangkan gerakan Humanitarian Islam. Mereka juga menyelenggarakan forum dialog lintas agama dengan melibatkan pemimpin agama dari berbagai negara.
Gus Yahya juga menyampaikan agenda internasional yang akan dijalaninya setelah purna tugas dari kepemimpinan PBNU. Ia berencana bertolak ke Amerika Serikat pada Desember mendatang untuk melakukan serangkaian kunjungan dan dialog dengan sejumlah tokoh lintas agama.
“Desember bertolak ke Amerika untuk serangkaian kunjungan dan dialog dengan sejumlah tokoh antaragama,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum YANMU, Syahdhana H. Baswara, mengatakan pihaknya akan melanjutkan kerja sama dengan Gus Yahya dalam sejumlah program, khususnya yang berkaitan dengan kemaslahatan umat.
YANMU merupakan lembaga filantropi dan kemanusiaan yang menjalankan berbagai program sosial, kesehatan, serta dakwah. “Kami akan teruskan kerja sama program-program dengan Gus Yahya,” ujar Syahdhana.[]
