Gaza Makamkan 50 Syuhada Korban Genosida Israel
Warga Gaza menghadiri pemakaman massal 50 korban dari tiga keluarga yang tewas selama genosida Israel. Jenazah mereka baru-baru ini berhasil dievakuasi dari balik reruntuhan di Kota Gaza, pada 20 Agustus 2026. [AP Photo]
Gaza (Mediaislam.id)-Setidaknya 50 warga Palestina yang jenazahnya baru-baru ini dievakuasi dari reruntuhan telah dimakamkan di Kota Gaza.
Peristiwa ini menjadi pemakaman massal terbaru yang digelar di wilayah kantong tersebut bagi para korban perang genosida Israel di Gaza.
Upacara pemakaman pada hari Kamis tersebut berlangsung beberapa minggu setelah tim pencari dan penyelamat mengoperasikan evakuasi jenazah dari lokasi serangan udara Israel pada bulan-bulan awal perang.
Perang yang dimulai pada Oktober 2023 tersebut melanda kawasan permukiman Tal al-Hawa, Zeitoun, Sabra, Sheikh Radwan, dan Shati, sebagaimana dilaporkan oleh koresponden Al Jazeera, Ghazi al-Aloul.
Para korban berasal dari beberapa keluarga, termasuk keluarga al-Sawafiri, al-Batniji, dan Gharbiya.
Keluarga dari beberapa orang hilang lainnya terus mencari keberadaan jasad kerabat mereka di bawah reruntuhan.
Pihak Pertahanan Sipil Gaza memperkirakan sekitar 8.000 warga Palestina masih hilang dan diyakini tertimbun di bawah bangunan yang hancur.
Al-Aloul menyampaikan bahwa tim pencari di Gaza bekerja di bawah kondisi yang sangat sulit.
Mereka hanya memiliki satu alat berat ekskavator, sehingga memperlambat operasi evakuasi.
Munir al-Bursh, Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Gaza, mendesak diizinkannya masuk alat berat, peralatan pencarian dan evakuasi, serta perlengkapan kedokteran forensik ke Gaza.
Bantuan ini dibutuhkan untuk memfasilitasi operasi evakuasi dan membantu mengidentifikasi para korban.
Pemakaman massal terbaru ini digelar di tengah pelanggaran bertubi-tubi oleh Israel terhadap kesepakatan “ceasefire” (gencatan senjata) yang mulai berlaku pada bulan Oktober.
Hingga hari Rabu, serangan Israel telah menewaskan sedikitnya 1.266 warga Palestina dan melukai 4.200 orang lainnya sejak kesepakatan tersebut diberlakukan.
Kesepakatan “ceasefire” tersebut ditandatangani setelah lebih dari dua tahun perang genosida berlangsung.
Bencana kemanusiaan ini telah menewaskan sedikitnya 73.400 warga Palestina dan melukai lebih dari 174.300 orang, yang sebagian besar di antaranya adalah perempuan dan anak-anak.
Sekitar 90 persen infrastruktur Gaza mengalami kerusakan atau hancur total selama perang genosida tersebut.
Pada tanggal 4 Agustus, ribuan orang berkumpul untuk memakamkan jasad 112 anggota keluarga Abu Sharia dan al-Hasayna.
Jenazah mereka dievakuasi dari lokasi serangan Israel pada November 2023 di lingkungan Sabra. [Aljazeera.com]
