Wujudkan Pesantrenku Aman, PBNU Perkuat 20 Pesantren di Kalimantan Selatan

 Wujudkan Pesantrenku Aman, PBNU Perkuat 20 Pesantren di Kalimantan Selatan

Ketum PBNU Gus Yahya di Pondok Pesantren Darul Ilmi di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Selasa (11/8/2026). [ANTARA]

Banjarbaru (Mediaislam.id) — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memperkuat 20 pondok pesantren di Kalimantan Selatan untuk membangun “Pesantren Aman”.

Langkah ini dilakukan melalui konsolidasi pembahasan standar keamanan, identifikasi kebutuhan, kerja sama antarpesantren, dan pendampingan organisasi.

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf “Gus Yahya” mengatakan konsolidasi tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan NU sejak awal tahun. Program ini bertujuan memperkuat kerja sama pesantren dalam mewujudkan konsep Pesantren Aman.

“Di situ dibicarakan tentang standar keamanannya apa saja, apa kebutuhan-kebutuhan yang ada dan diidentifikasi, kemudian bagaimana kita bisa melakukan kerja sama antar-pesantren untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan itu,” kata Gus Yahya pada kegiatan Gerakan Nasional Pesantrenku Aman di Pondok Pesantren Darul Ilmi di Banjarbaru, Kalsel, Selasa (11/08/2026) dikutip dari ANTARA.

Ia mengatakan keterlibatan 20 pesantren menjadi langkah awal untuk mempertemukan kebutuhan masing-masing pesantren. Upaya ini sekaligus untuk mencari bentuk kerja sama yang dapat dilakukan dalam memenuhi kebutuhan keamanan.

“Alhamdulillah hari ini ada 20 pesantren yang ikut serta dalam kegiatan di PBNU ini. Mudah-mudahan ini sebagai langkah awal,” ujarnya.

Gus Yahya mengatakan tindak lanjut kegiatan tersebut akan dilakukan melalui program pendampingan yang melibatkan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan PBNU. Pendampingan ini berjalan setelah kebutuhan masing-masing pesantren diidentifikasi.

Ia menyebutkan pendampingan akan dikoordinasikan secara struktural dari PBNU hingga cabang-cabang NU. Koordinasi dilakukan untuk membantu pesantren menjalankan langkah yang diperlukan sesuai hasil konsolidasi.

Menurut dia, kerja sama antarpesantren penting agar kebutuhan dalam membangun Pesantren Aman dapat ditangani secara bersama. Penanganan dilakukan melalui pertukaran pengalaman dan dukungan sesuai kondisi masing-masing.

“Kami berharap kegiatan tersebut menjadi awal dari program lanjutan yang memperluas keterlibatan pesantren sehingga upaya membangun Pesantren Aman dapat dilakukan secara berkelanjutan di lingkungan Nahdlatul Ulama,” ujar Gus Yahya.[]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

12 − 1 =