Perkuat Ketahanan Keluarga Sakinah, Kemenag Gelar Simposium Nasional Ulama dan Penghulu
Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Kementerian Agama, Ahmad Zayadi.
Jakarta (Mediaislam.id)–Kementerian Agama akan menggelar National Symposium of Ulama and Penghulu to Strengthen the Resilience of Sakinah and Maslahah Families (NASUHA) pada 9–10 September 2026 di Pondok Buntet Pesantren, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.
Mediaislam.id mengutip laman Bimas Islam Kementerian Agama, simposium tersebut akan menjadi forum akademik yang mempertemukan ulama, penghulu, akademisi, peneliti, hingga pegiat hukum perkawinan Islam guna merumuskan rekomendasi strategis untuk memperkuat layanan Kantor Urusan Agama (KUA) dan membangun ketahanan keluarga di Indonesia.
Mengusung tema “Menyatu Langkah Ulama dan Penghulu: Akselerasi Layanan Syar’i-Adaptif Menuju Konstruksi Keluarga Sakinah-Maslahah”, forum ini diharapkan menghasilkan rekomendasi kebijakan yang memperkuat transformasi layanan KUA di tengah dinamika kehidupan masyarakat.
Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Kementerian Agama, Ahmad Zayadi, mengatakan KUA bersama penghulu dan penyuluh agama Islam merupakan garda terdepan pelayanan Kementerian Agama di tingkat akar rumput. Karena itu, NASUHA dihadirkan sebagai instrumen penguatan kelembagaan sekaligus ruang kolaborasi pemikiran untuk mentransformasi layanan keperdataan Islam agar semakin inklusif, responsif, dan aplikatif.
“Melalui Simposium NASUHA ini, Kemenag merangkul konvergensi pemikiran antara otoritas keagamaan struktural dan kultural untuk memperkuat kapasitas institusi serta mutu layanan pembinaan keluarga di tengah dinamika masyarakat modern,” ujar Zayadi di Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Menurut Zayadi, penguatan ketahanan keluarga terus menjadi fokus melalui revitalisasi peran KUA. Hal itu diperkuat dengan Keputusan Menteri Agama Nomor 1644 Tahun 2025 tentang Kepala KUA yang membuka peluang kepemimpinan KUA bagi jabatan fungsional di lingkungan Ditjen Bimas Islam, termasuk penghulu dan penyuluh agama Islam perempuan.
“Kepemimpinan KUA yang semakin terbuka dan berbasis kompetensi menjadi bagian penting dari transformasi layanan. KUA harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat, termasuk dalam mediasi, konseling keluarga, dan pendampingan konflik domestik secara lebih persuasif,” katanya.
Ia menambahkan, penyelenggaraan NASUHA juga mendukung implementasi Asta Program Prioritas Kementerian Agama, terutama dalam penguatan layanan keagamaan yang berdampak, ketahanan keluarga, serta revitalisasi KUA sebagai simpul layanan umat di tingkat kecamatan.
Simposium ini akan membahas enam tema utama, mulai dari implementasi KMA Nomor 1644 Tahun 2025, penguatan resiliensi keluarga menghadapi ancaman nonmiliter, pengembangan fikih keluarga kontemporer, hingga penguatan ketahanan keluarga menghadapi krisis ekologis, ekonomi, dan kesehatan masyarakat.
Kementerian Agama juga membuka kesempatan bagi akademisi, peneliti, penghulu, penyuluh agama Islam, dan pegiat hukum perkawinan Islam untuk mengirimkan artikel ilmiah hingga 25 Agustus 2026. Sepuluh karya terbaik akan dipresentasikan dalam simposium dan diterbitkan dalam buku kompilasi pemikiran ber-ISBN, disertai penghargaan bagi para penulis terbaik.
Melalui NASUHA, Kementerian Agama berharap lahir rekomendasi kebijakan yang mampu memperkuat transformasi layanan KUA sekaligus mewujudkan keluarga sakinah-maslahah yang tangguh menghadapi berbagai tantangan zaman.*
