Menteri ATR/BPN Siap Paparkan Percepatan Sertifikasi Tanah Wakaf di Muktamar Al Washliyah
Jakarta (Mediaislam.id)–Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, memastikan akan menghadiri Muktamar XXIII Al Washliyah yang digelar pada 7–10 Juli 2026. Dalam forum tersebut, ia dijadwalkan menyampaikan materi mengenai percepatan sertifikasi tanah wakaf dan regulasi pengelolaannya.
Kepastian kehadiran Nusron disampaikan saat menerima audiensi Panitia Muktamar XXIII Al Washliyah yang dipimpin Ketua Umum Pengurus Besar Al Washliyah, Masyhuril Khamis, di kantor Kementerian ATR/BPN, Jakarta Selatan, Jumat (26/6).
“Insya Allah saya hadir dan memberikan pencerahan kepada peserta muktamar,” ujar Nusron.
Mantan Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor itu mengatakan materi yang akan disampaikannya berfokus pada upaya percepatan sertifikasi tanah wakaf milik organisasi keagamaan agar memiliki kepastian hukum dan tidak berpindah tangan di kemudian hari.
Menurut Nusron, pemerintah menargetkan seluruh tanah wakaf di Indonesia telah bersertifikat pada 2028.
“Targetnya tahun 2028 kita sapu bersih hingga 100 persen menyelesaikan sertifikat tanah wakaf ini,” katanya.
Ia memaparkan, dari total 522.026 bidang tanah wakaf di Indonesia, sebanyak 306.189 bidang atau sekitar 58,65 persen telah bersertifikat. Sejak 2016, percepatan sertifikasi tanah wakaf, lanjutnya, meningkat hingga 200 persen.
Nusron juga mengajak para penerima sertifikat wakaf menjadi pelopor dengan mendorong nazir masjid, musala, pesantren, maupun lembaga keagamaan lainnya segera mengurus sertifikasi tanah wakaf.
Menanggapi kesediaan Nusron menghadiri muktamar, Masyhuril Khamis menyampaikan apresiasi. Ia menilai isu tanah wakaf menjadi salah satu persoalan strategis yang perlu mendapat perhatian organisasi kemasyarakatan dan keagamaan.
“Persoalan tanah wakaf ini sangat penting dipahami, terutama oleh organisasi-organisasi kemasyarakatan dan keagamaan. Al Washliyah sendiri mempunyai banyak tanah wakaf dan belum semuanya bersertifikat. Insya Allah nanti kita akan menandatangani MoU dengan Kementerian ATR/BPN untuk mempercepat proses pensertifikasiannya,” ujar Masyhuril kepada wartawan usai pertemuan.
Audiensi tersebut juga dihadiri Ketua Panitia Nasional Muktamar, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, serta Sekretaris Panitia Nasional, Charles Purnama Siregar.
Dengan konfirmasi kehadiran Nusron, hingga Jumat (26/6), tercatat empat anggota Kabinet Merah Putih telah memastikan akan menghadiri Muktamar XXIII Al Washliyah. Sebelumnya, panitia telah memperoleh kepastian kehadiran Abdul Mu’ti, Nasaruddin Umar, dan Romo H. R. Muhammad Syafi’i. Sementara sejumlah menteri lainnya masih menunggu konfirmasi.
Panitia juga melaporkan antusiasme peserta terus meningkat. Hingga 26 Juni 2026, sebanyak 650 peserta dari 38 wilayah di Indonesia telah melakukan registrasi. Delegasi dari sejumlah negara, antara lain Inggris, Amerika Serikat, serta negara-negara Asia Tenggara, juga dijadwalkan hadir. Tim kesenian dari Malaysia turut dijadwalkan tampil untuk memeriahkan rangkaian acara.
Muktamar XXIII Al Washliyah akan berlangsung pada 7–10 Juli 2026 dengan target sekitar 1.400 peserta. Selain pelaksanaan secara luring, panitia juga menyiapkan skema hibrida melalui Zoom bagi peserta yang berhalangan hadir secara langsung. Pada waktu dan lokasi yang sama juga akan digelar Muktamar Muslimat Al Washliyah.*
