Sejarah Berdirinya Perpustakaan pada Masa Islam

 Sejarah Berdirinya Perpustakaan pada Masa Islam

Pusat Ilmu Pengetahuan di Baghdad di era Daulah Abbassiyah. [AI]

SEBELUM mesin cetak ditemukan, buku merupakan barang yang sangat mahal dan bernilai tinggi. Akibat tingginya biaya pembuatan manuskrip bertangan, pada masa itu hanya orang-orang kaya saja yang mampu memilikinya.

Melihat kondisi tersebut, orang-orang kaya yang mencintai ilmu pengetahuan tergerak untuk mendirikan berbagai perpustakaan. Mereka menggunakannya untuk mengumpulkan buku-buku dan membuka pintunya lebar-lebar bagi siapa saja yang ingin membaca serta melakukan penelitian. Pada zaman tersebut, perpustakaan-perpustakaan ini berhasil menjalankan peran besar yang serupa dengan akademi ilmiah dan universitas pada masa modern sekarang.

Masyarakat muslim pada masa itu memberikan perhatian yang sangat besar terhadap arsitektur bangunan perpustakaan umum. Gedung-gedung ini dirancang khusus dan dipersiapkan dengan matang untuk menyambut masyarakat luas yang datang berkunjung. Struktur bangunannya dilengkapi dengan berbagai ruangan khusus yang saling terhubung satu sama lain melalui koridor-koridor yang luas dan megah.

Untuk menata koleksi yang ada, rak-rak buku dipasang secara kokoh di sepanjang koridor dinding bangunan. Di dalam kompleks perpustakaan ini, tersedia ruang-ruang khusus yang dipisahkan untuk membaca, menyalin naskah, dan menyelenggarakan halakah diskusi ilmiah.

Uniknya, beberapa perpustakaan besar bahkan menyediakan ruangan musik khusus. Fasilitas hiburan ini sengaja dihadirkan agar para pengunjung dapat melepas penat dan menyegarkan kembali pikiran mereka setelah seharian belajar. Seluruh ruangan tersebut juga dilengkapi dengan perabotan yang mewah serta nyaman, dengan lantai yang dilapisi oleh hamparan karpet yang indah.

Demi kenyamanan pengunjung, perpustakaan-perpustakaan masa itu telah menerapkan sistem katalog yang tertata rapi. Manajeman katalog ini mencakup daftar judul buku beserta nama penulisnya secara mendetail. Sebagai contoh, Perpustakaan Al-Hakam di Andalusia terkenal memiliki sistem katalog yang sangat teliti dan teratur, begitu pula dengan Perpustakaan Darul Hikmah di Kairo yang memiliki buku katalog dalam skala besar.

Sistem peminjaman buku untuk dibawa pulang juga diperbolehkan bagi masyarakat luas, meskipun ada beberapa aturan ketat yang diterapkan demi menjaga ketertiban. Perpustakaan di Kairo misalnya, menetapkan aturan bahwa peminjaman buku hanya dikhususkan bagi penduduk yang tinggal di kota Kairo saja.

Selain aturan domisili, terkadang pihak perpustakaan juga mewajibkan peminjam untuk memberikan sejumlah uang jaminan. Namun, hak istimewa diberikan kepada para ulama dan ilmuwan, di mana mereka dibebaskan sepenuhnya dari kewajiban membayar uang jaminan atau asuransi tersebut. Durasi peminjaman luar ini pun dibatasi oleh jangka waktu tertentu, dengan batas maksimal tidak boleh lebih dari dua bulan.

Kegiatan penerjemahan kitab-kitab asing memegang peranan yang sangat krusial dalam mendorong roda kebangkitan ilmiah ini. Pada masa-masa awal, gerakan kebangkitan intelektual tersebut memang masih terbatas pada ranah studi keagamaan dan kebahasaan saja.

Tokoh pertama dalam sejarah Islam yang tercatat memiliki perpustakaan pribadi adalah Khalid bin Yazid bin Muawiyah. Beliau memiliki ketertarikan yang besar terhadap pelestarian karya-karya kuno, hingga menginisiasi penerjemahan berbagai kitab penting di bidang kedokteran dan kimia untuk dirinya.

Demi menyukseskan visi tersebut, beliau mengumpulkan para filsuf Yunani dan memerintahkan mereka untuk menerjemahkan kitab-kitab tersebut ke dalam bahasa Arab. Era emas gerakan penerjemahan ini kemudian mencapai puncak kejayaannya yang paling masif pada masa pemerintahan Khalifah Harun Al-Rasyid. Pada periode ini, baik perpustakaan umum maupun pribadi ramai dipenuhi oleh para penerjemah profesional dan juru tulis ahli.

Pihak perpustakaan biasanya menyediakan buku-buku khusus bagi para juru tulis agar mereka dapat menyalinnya kembali. Hasil salinan tangan tersebut nantinya akan digunakan untuk memperkaya dan menambah koleksi internal perpustakaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 + 12 =