PM Spanyol Desak Uni Eropa Cekal Menteri Ekstremis Israel Ben-Gvir
Menteri ekstremis Israel Itamar Ben-Gvir. [EPA]
Madrid (Mediaislam.id) — Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mendesak Uni Eropa untuk melarang Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir memasuki wilayah negara anggota menyusul beredarnya rekaman perlakuan keji terhadap aktivis Armada Global Sumud yang memicu kecaman internasional.
Melalui pernyataan resmi di platform media sosial X pada Selasa (19/05), Sanchez menegaskan bahwa rekaman yang memperlihatkan penghinaan terhadap para aktivis oleh pemerintah dan militer Israel merupakan tindakan yang sama sekali tidak dapat diterima.
“Rekaman Menteri Keamanan Nasional Israel Ben-Gvir yang menghina anggota armada internasional pendukung Gaza tidak dapat diterima. Kami tidak akan menoleransi siapa pun yang memperlakukan warga kami secara buruk,” kata Sanchez.
Sanchez mengingatkan bahwa pemerintah Spanyol secara tegas telah memberlakukan larangan masuk bagi Ben-Gvir ke wilayah Spanyol sejak September 2025.
Menurut Sanchez, Madrid kini akan bergerak mendesak Brussels agar sanksi pencekalan tersebut segera diperluas ke seluruh tingkat Uni Eropa.
Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares sebelumnya juga mengecam keras tindakan biadab terhadap para aktivis Armada Global Sumud tersebut.
Albares menyatakan bahwa dirinya menyaksikan langsung video yang menunjukkan para aktivis diperlakukan secara tidak adil dan merendahkan oleh menteri Israel serta aparat kepolisian.
“Ini adalah perlakuan yang menjijikkan dan memalukan. Sangat biadab dan saya menuntut Israel menyampaikan permintaan maaf secara terbuka,” ujar Albares.
Sebagai bentuk protes diplomatik yang keras, pihak Spanyol langsung memanggil diplomat tertinggi Israel di Madrid, Dana Elrich, ke Kementerian Luar Negeri.
Sebelumnya, Ben-Gvir dengan angkuh membagikan video di akun media sosialnya yang memperlihatkan dirinya mendatangi Pelabuhan Ashdod, tempat para aktivis Armada Global Sumud ditahan.
Dalam rekaman video tersebut, seorang aktivis perempuan terdengar dengan berani meneriakkan “Bebaskan Palestina” sebelum akhirnya aparat Israel menjatuhkannya secara paksa ke tanah.
