Habib Rizieq Kecam Penolakan Tamu Palestina Masuk Indonesia
Imam Besar Habib Rizieq Syihab menyampaikan ceramah dalam Reuni 212, di Lapangan Monas, Jakarta, Senin (02/12/2024) [ANTARA]
Jakarta (Mediaislam.id) — Habib Rizieq Syihab mengecam keras penolakan terhadap rombongan tamu asal Palestina yang disebut tidak diizinkan masuk ke Indonesia beberapa waktu lalu. Ia menilai tindakan tersebut tidak mencerminkan sikap kemanusiaan serta bertentangan dengan semangat solidaritas terhadap perjuangan rakyat Palestina.
Dalam keterangannya di Jakarta, Habib Rizieq mengungkapkan bahwa salah satu tokoh Palestina, Dr Basim Naim, sebelumnya melakukan kunjungan ke Malaysia dan diterima langsung oleh Anwar Ibrahim bersama para ulama dan tokoh Islam setempat. Namun, saat hendak melanjutkan kunjungan ke Indonesia, rombongan tersebut justru ditolak masuk.
Menurutnya, rombongan tersebut telah memiliki agenda silaturahmi dengan sejumlah organisasi Islam di Indonesia, seperti Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, hingga Front Persaudaraan Islam (FPI).
“Mereka datang sebagai tamu, ingin bersilaturahmi dengan tokoh-tokoh Islam di Indonesia. Tapi justru ditolak masuk tanpa kejelasan,” ujar Habib Rizieq.
Ia mengaku telah berupaya menghubungi sejumlah pejabat untuk membantu agar rombongan tersebut tetap diizinkan masuk. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Beberapa pejabat, kata dia, menyatakan tidak memiliki kewenangan, sementara pihak lain tidak memberikan respons.
Habib Rizieq juga menyoroti sosok Dr Basim Naim yang disebut memiliki kontribusi besar terhadap Indonesia, khususnya dalam pembangunan rumah sakit Indonesia di Gaza. Ia menyebut Naim pernah menjabat sebagai Menteri Kesehatan Palestina dan membantu memfasilitasi pembangunan tersebut, termasuk menyediakan lahan wakaf.
“Beliau punya jasa besar terhadap Indonesia. Tapi ketika ingin datang, justru ditolak. Ini sangat disayangkan,” katanya.
Lebih lanjut, ia mempertanyakan pihak yang bertanggung jawab atas penolakan tersebut, apakah berasal dari kebijakan pemerintah pusat, aparat keamanan, atau instansi terkait lainnya. Ia meminta adanya penjelasan terbuka kepada publik.
“Ini ada apa? apa alasan mereka? ini sebagai bukti lagi, gara-gara ikut Board of Peace (BOP) mereka enggak berani terima (tamu dari Palestina),” ungkapnya.
Habib Rizieq juga mendorong agar organisasi-organisasi Islam di Indonesia menyampaikan protes resmi kepada pemerintah, serta meminta agar tamu Palestina tersebut diundang kembali secara resmi ke Indonesia.
“Ajak ormas-ormas Islam surati Presiden, minta keluar dari BOP dan sampaikan protes. Kenapa saudara Palestina kami dilarang masuk? kalau memang presiden tidak tahu, kalau memang menteri-menterinya tidak tahu, kalau memang ini perbuatan oknum-oknum di instansi-instansi tertentu, kita minta ada tindakan.
Orang-orang yang menghalangi tersebut berhentikan pecat dan tolong orang-orang yang tadi tidak jadi kemari undang secara resmi,” tegasnya.
Ia menambahkan, jika memungkinkan, pertemuan langsung antara perwakilan Palestina dengan pemerintah Indonesia dinilai penting agar informasi mengenai kondisi di Palestina dapat disampaikan secara langsung dari sumbernya.
Pernyataan ini, menurutnya, perlu diketahui publik agar menjadi perhatian bersama dalam menjaga komitmen solidaritas terhadap bangsa Palestina. []
