Menhaj Gus Irfan Apresiasi Dukungan Imigrasi, Layanan Paspor Haji Dipercepat hingga Akhir Pekan

 Menhaj Gus Irfan Apresiasi Dukungan Imigrasi, Layanan Paspor Haji Dipercepat hingga Akhir Pekan

Jakarta (Mediaislam.id)–Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, menerima kunjungan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, di Kantor Kementerian Haji dan Umrah, Jalan MH Thamrin Nomor 6, Jakarta Pusat, Rabu (15/4/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Mochamad Irfan Yusuf, yang akrab disapa Gus Irfan, menyampaikan apresiasi atas dukungan jajaran imigrasi dalam penyelenggaraan ibadah haji, khususnya terkait percepatan penerbitan paspor bagi jemaah.

Ia mengungkapkan, pada musim haji sebelumnya pemerintah menghadapi tenggat waktu yang ketat, sehingga membutuhkan langkah percepatan layanan. Kementerian Imigrasi, kata dia, merespons dengan membuka layanan pada akhir pekan serta memperpanjang jam operasional.

“Proses percepatan paspor bagi jamaah haji sangat terbantu. Saat itu kami dikejar deadline, dan Alhamdulillah semua bisa berjalan dengan baik,” ujar Gus Irfan.

Selain itu, kedua kementerian juga membahas pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Haji yang akan melibatkan unsur imigrasi. Satgas ini disiapkan untuk mengantisipasi berbagai persoalan, termasuk masih adanya warga negara Indonesia yang berangkat ke Arab Saudi tanpa menggunakan visa haji resmi.

Menurut Gus Irfan, pemerintah akan memperkuat edukasi kepada masyarakat agar tidak berangkat secara nonprosedural. Di sisi lain, pengawasan juga akan ditingkatkan, termasuk di bandara keberangkatan.

Sementara itu, Agus Andrianto menegaskan komitmen jajarannya untuk mendukung penuh kelancaran penyelenggaraan haji tahun ini. Ia menyebut, Direktorat Jenderal Imigrasi telah mengambil sejumlah langkah strategis, termasuk mempercepat proses penerbitan paspor.

“Kami memastikan kesiapan jajaran imigrasi dalam mendukung penyelenggaraan haji, terutama dalam memenuhi kebutuhan dokumen perjalanan jemaah,” kata Agus.

Ia juga mengungkapkan adanya penambahan titik pemeriksaan imigrasi (point of entry) bagi jemaah haji. Jika sebelumnya hanya tersedia di Bandara Soekarno-Hatta, Solo, dan Juanda, kini layanan tersebut diperluas hingga ke Makassar.

Penambahan ini diharapkan dapat mempermudah proses keberangkatan jemaah, yang diperkirakan mencapai lebih dari 65 persen melalui titik-titik tersebut.

Selain itu, Imigrasi juga akan menerapkan inovasi layanan “seamless process” saat kepulangan jemaah ke Tanah Air. Melalui sistem ini, proses pemeriksaan akan dilakukan secara cepat dengan memanfaatkan teknologi pengenalan wajah (face recognition), sehingga jamaah tidak perlu melalui prosedur yang berbelit.

“Ketika jemaah kembali dalam kondisi lelah setelah menjalani rangkaian ibadah, kami ingin memastikan proses imigrasi berlangsung cepat dan nyaman,” ujar Agus.

Dalam rangka mendukung operasional di Arab Saudi, pemerintah juga akan menambah jumlah petugas imigrasi yang ditempatkan di Makkah dan Madinah. Penempatan ini sekaligus bertujuan memperkuat koordinasi dengan otoritas setempat selama musim haji berlangsung.

Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memastikan seluruh proses keberangkatan dan kepulangan jemaah haji Indonesia berjalan aman, tertib, dan lancar.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × 5 =