Indonesia Diminta Ikuti Sikap MUI Terkait Board of Peace Bentukan Amerika

 Indonesia Diminta Ikuti Sikap MUI Terkait Board of Peace Bentukan Amerika

Bogor (Mediaislam.id) — Pengamat politik internasional, Pizaro Gozali Idrus, mengkritisi pembentukan Board of Peace (Dewan Perdamaian) Gaza yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Menurutnya, langkah Trump tersebut sangat aneh karena tidak melibatkan pihak Gaza selaku pihak yang paling berkepentingan.

“Bagaimana mungkin ingin membuat program di Gaza tapi pihak Gaza sendiri tidak dilibatkan, ini kan aneh,” kata Pizaro dalam peluncuran bukunya yang berjudul ‘Runtuhnya Mitos Kehebatan Tentara Israel dan Para Peruntuh Mitos’ di Kopi Tugoh Bogor, Jumat (23/1/2026).

Pizaro menilai hingga saat ini tidak ada penjelasan yang rinci, baik dari pemerintah Amerika Serikat maupun pemerintah Indonesia, terkait dasar dan tujuan pembentukan dewan tersebut. Ia mempertanyakan alasan Indonesia mempertimbangkan keterlibatan dalam badan yang menurutnya dibentuk secara sepihak oleh Trump.

“Sampai sekarang kita tidak melihat ada penjelasan yang detail, baik dari Trump maupun dari pemerintah Indonesia, soal dasar dan fungsi dewan perdamaian ini,” ujarnya.

Menurutnya, Dewan Perdamaian Gaza lebih mencerminkan kepentingan politik Amerika Serikat di Timur Tengah ketimbang upaya menciptakan perdamaian. Ia menyebut negara-negara Arab dan Muslim hanya dijadikan simbol atau “etalase” untuk memperkuat legitimasi politik Trump.

Pizaro juga mengkritik komposisi keanggotaan dewan tersebut yang melibatkan tokoh-tokoh kontroversial seperti Donald Trump, Jared Kushner, dan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair. Ia menilai kehadiran pihak-pihak yang selama ini tidak mengakui adanya genosida di Palestina justru bertentangan dengan semangat perdamaian.

“Ini dewan perdamaian tanpa perdamaian. Mereka menyebut perdamaian, tapi tidak mengakui adanya genosida di Palestina,” tegasnya.

Terkait sikap Indonesia, Pizaro mengingatkan pemerintah Indonesia agar bersikap hati-hati untuk bergabung dalam dewan tersebut. Menurutnya, pemerintah harus mengikuti sikap Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyampaikan kritik keras soal Board of Peace ini.

“Alhamdulillah MUI sudah bersikap tegas dengan mengatakan bahwa upaya Trump itu adalah ‘perdamaian semu’ yang tidak berbasis keadilan dan berpotensi melanggengkan kolonialisme dalam kemasan perdamaian. Pemerintah Indonesia harusnya mengikuti sikap MUI tersebut,” tegasnya.

Ia juga menyoroti rencana permintaan pendanaan hingga 1 miliar dolar AS dari negara-negara anggota. Menurutnya, hal itu tidak masuk akal karena negara-negara yang tidak terlibat langsung dalam konflik justru diminta menanggung biaya, sementara pihak yang melakukan serangan tidak dimintai pertanggungjawaban.

“Indonesia harus bertanya, apa tujuan, tugas, dan fungsi dewan ini? Dan untuk apa dana sebesar itu digunakan?” kata Pizaro.

Ia menegaskan, tanpa kejelasan mandat, mekanisme kerja, dan arah kebijakan, keterlibatan Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza justru berpotensi merugikan posisi politik luar negeri Indonesia.

Dalam peluncuran buku tersebut, Pizaro didampingi jurnalis Surya Fachrizal Ginting dan aktivis pro Palestina asal Bogor Sarah Motiva selaku moderator. [ ]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

16 + eight =