Pimpinan Majelis Al Ihya: Jangan Lelah Bela Palestina
KH Chaerul Saleh
Bogor (Mediaislam.id) – Pimpinan Majelis Al Ihya Bogor KH Chaerul Saleh mengingatkan umat Islam untuk tidak lengah dan terus melakukan pembelaan terhadap Palestina di tengah situasi geopolitik yang semakin mengkhawatirkan.
Saat ini, salah satu negara yang selama ini menentang zionis Israel, yakni Iran, tengah berada dalam kondisi tidak stabil. Ada ratusan titik di Iran sedang dilanda aksi demonstrasi yang menyebabkan kekacauan dalam negeri. “Bahkan ada situasi janggal karena sebagian pendemo disebut-sebut meneriakkan permintaan tolong kepada Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu,” ungkap Kiai Chaerul Saleh dalam kajian Ahad pagi (11/1/2026) di Majeli Al Ihya, Kota Bogor.
Ia juga menyinggung ancaman Amerika Serikat yang dinilai berpotensi melemahkan negara-negara yang selama ini dianggap sebagai pelindung Palestina. Kondisi itu, kata dia, membuat posisi Palestina semakin rentan jika tidak ada pertolongan dari Allah SWT.
“Oleh karena itu, kepedulian kita terhadap Palestina jangan sampai berhenti, bahkan harus ditingkatkan. Rezeki yang ada kita sisihkan untuk membantu mereka, doa terus dipanjatkan, dan yang tidak kalah penting adalah melemahkan ekonomi mereka dengan boikot yang terus berjalan,” ujarnya.
Ulama yang akrab disapa Babah Chaerul itu mengingatkan agar isu Palestina harus terus dibahas, karena menurutnya kelengahan umat dapat kembali melemahkan posisi kaum Muslimin. Ia menilai gencatan senjata yang terjadi saat ini bukan tanda berakhirnya konflik, melainkan upaya pihak lawan untuk mengisi ulang kekuatan sebelum kembali menyerang dengan lebih dahsyat.
“Karena itu kita harus hati-hati, jangan sampai lengah dan jangan sampai lemah,” tegasnya.
Selain menyerukan konsistensi dalam membela Palestina, Babah Chaerul juga mengajak jamaah untuk tetap peduli terhadap bencana alam yang terjadi di dalam negeri, khususnya di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Meski belum ditetapkan sebagai bencana nasional, ia menilai dampaknya sangat dahsyat dan membutuhkan kepedulian bersama. “Paling tidak, bagi yang belum punya kemampuan, doakan saudara-saudara kita agar diberi kesabaran,” pungkasnya. []
