Yahya Sinwar Melawan Israel Hingga Nafas Terakhirnya

 Yahya Sinwar Melawan Israel Hingga Nafas Terakhirnya

Yahya Sinwar [foto: AP]

Ia bergabung dengan Ikhwanul Muslimin sejak muda dan belajar di Universitas Islam Gaza, di mana ia meraih gelar sarjana dalam bidang Bahasa Arab.

Selama masa kuliahnya, ia memimpin “Blok Islam,” sayap mahasiswa Ikhwanul Muslimin.

Pada tahun 1985, Sinwar mendirikan aparat keamanan untuk Ikhwanul Muslimin yang dikenal dengan nama “Al-Majd.”

Organisasi ini berfokus pada perlawanan terhadap penjajahan Israel di Gaza dan melawan para kolaborator Palestina.

Aktivitas semasa mahasiswanya itu memberi Sinwar pengalaman yang kelak memungkinkannya mengambil peran kepemimpinan di Hamas setelah didirikannya organisasi ini pada 1987.

Penahanan

Pada 1982, tentara Israel pertama kali menangkap Sinwar dan membebaskannya beberapa hari.

Lalu, Sinwar kembali dijebloskan ke bui di tahun yang sama, dan dijatuhi hukuman enam bulan penjara dengan tuduhan “terlibat dalam kegiatan keamanan melawan Israel.”

Pada 20 Januari 1988, Israel menangkapnya kembali dan menjatuhkan hukuman empat kali penjara seumur hidup ditambah 30 tahun atas tuduhan “mendirikan aparat keamanan Al-Majd dan berpartisipasi dalam pendirian sayap militer pertama Hamas, yang dikenal sebagai Mujahidin Palestina.”

Sinwar menghabiskan 23 tahun di penjara Israel sebelum dibebaskan sebagai bagian dari kesepakatan pertukaran tahanan antara Hamas dan Israel pada 2011, yang dikenal dengan “Kesepakatan Shalit.”

“Kenapa kalian belum membebaskan Palestina?” tanya Sinwar kepada rekan-rekannya dalam pernyataan pertamanya setelah dibebaskan dari penjara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

six + 17 =