Warga Eropa Serempak Gelar Aksi Tolak Serangan Israel di Jalur Gaza

 Warga Eropa Serempak Gelar Aksi Tolak Serangan Israel di Jalur Gaza

Ilustrasi: Aksi bela Palestina di Swedia. [AP Photo]

Duta Besar Palestina untuk Inggris, Husam Zomlot, mengatakan bahwa genosida telah berlangsung selama 77 tahun, bukan hanya akibat eskalasi terbaru.

Ia juga menyoroti penghancuran kampung halamannya di Gaza dan kondisi kemanusiaan yang sangat parah — di mana bantuan terhambat dan kelaparan meluas, bahkan menimpa dokter, jurnalis, dan relawan.

Mantan pemimpin Partai Buruh, Jeremy Corbyn, dan anggota parlemen Apsana Begum mengecam kebijakan ekspor senjata dan blokade yang dilakukan pemerintah Inggris.

Ketua Kampanye Solidaritas Palestina, Ben Jamal, menyatakan bahwa para pemimpin politik akan dikenang oleh sejarah karena gagal menghentikan dukungan terhadap kekejaman militer Israel.

Aksi di Berlin dan Amsterdam

Ratusan orang juga berkumpul di Potsdamer Platz, Berlin, dalam aksi memperingati Nakba dan mengecam serangan Israel ke Gaza.

Massa membawa bendera Palestina dan poster bertuliskan “Diam berarti ikut bersalah” serta “Kalian tidak bisa membunuh kami semua.” Aksi dijaga ketat aparat keamanan dan sedikitnya tiga orang ditahan.

Di Amsterdam, ratusan orang berkumpul di Lapangan Dam untuk menyuarakan penolakan terhadap kekerasan Israel dan memperingati tragedi Nakba.

Mohammed Kotesh menegaskan bahwa genosida yang terjadi kini semakin parah, dan mendesak agar blokade Gaza dicabut agar bantuan kemanusiaan bisa masuk tanpa hambatan. Menurutnya, Gaza berada di ambang Nakba baru.

Spanduk yang dibawa peserta bertuliskan: “Dari sungai hingga laut, Palestina akan merdeka,” “Akhiri pendudukan,” “Hentikan genosida,” “Boikot Israel,” dan “Malu atas dukunganmu.”

Tiga jam aksi damai

Di Athena, Yunani, aksi solidaritas digelar untuk memperingati 77 tahun Nakba. Para peserta berbaris membawa bendera Palestina dan mengenakan keffiyeh, berjalan menuju Kedutaan Besar AS dan Israel.

Ketua Asosiasi Muslim Yunani, Naim el-Ghandour, menyarankan agar diselenggarakan pertemuan global yang dipimpin Turki untuk mendorong perdamaian. Ia yakin tekanan internasional dapat menghentikan perang dan mengisolasi Israel secara diplomatik.

Muhammed el-Batta, warga Gaza yang hadir dalam aksi, mengatakan bahwa kekerasan ini bukan perang, melainkan genosida yang telah berlangsung selama 80 tahun dan kini memasuki fase akhir.

Ia menyebut kekerasan meningkat karena Israel berupaya mengosongkan Gaza dari warga Palestina. [Anadolu]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

sixteen − 15 =