Wamenag Ungkap Perhatian Presiden Prabowo terhadap Pesantren dan Guru Ngaji

 Wamenag Ungkap Perhatian Presiden Prabowo terhadap Pesantren dan Guru Ngaji

Wamenag Romo Syafi’i ikuti upacara Hari Santri di Pondok Pesantren Darul Maarif, Kaplongan, Indramayu, Jawa Barat (Foto Dok. Kemenag).

INDRAMAYU (Mediaislam.id)–Pemerintah menegaskan komitmen kuatnya dalam memperhatikan dunia pesantren, santri, hingga kalangan guru ngaji di seluruh penjuru Tanah Air. Perhatian kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto tersebut diwujudkan melalui penguatan regulasi kelembagaan, perlindungan santri, pemenuhan gizi, hingga kemandirian ekonomi.

​Hal tersebut diungkapkan Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i saat bertindak sebagai inspektur upacara peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Pondok Pesantren Darul Maarif, Kaplongan, Indramayu, Jawa Barat, Kamis (22/10/2026). Upacara akbar itu dihadiri puluhan ribu santri serta jajaran pejabat terkait dan tokoh pesantren.

​Wamenag menuturkan, setelah tujuh tahun berjalannya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren, pemerintahan saat ini menorehkan tonggak bersejarah lewat pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren melalui Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2026. Regulasi ini menegaskan wujud rekognisi, afirmasi, dan komitmen nyata negara guna memfasilitasi peran strategis pesantren.

​“Kini, pesantren mendapatkan ruang fasilitasi penuh untuk tumbuh berdaya dan memimpin peradaban,” ujar Wamenag, dikutip dari laman Kemenag.

​Selain penataan kelembagaan, perhatian pemerintah menyasar terciptanya lingkungan belajar yang aman dan ramah anak. Lewat program Ruang Anak dan Nyaman bagi Anak (RANA), Kementerian Agama berupaya memperkuat perlindungan anak, termasuk di pondok pesantren.

​Pada aspek kesehatan dan tumbuh kembang, Presiden menaruh fokus besar pada pemenuhan gizi santri lewat implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar sumber daya manusia di lingkungan pesantren semakin unggul.

​“Saya sebagai Wamenag mendapatkan arahan khusus untuk memastikan agar tidak ada pesantren di Tanah Air ini yang belum menerima manfaat makanan bergizi gratis ini,” ungkapnya.

​Romo Syafi’i turut menggarisbawahi pentingnya kemandirian ekonomi pesantren lewat optimalisasi unit usaha di bidang pertanian, peternakan, hingga kelautan. Dengan demikian, pesantren dapat tampil tidak hanya sebagai episentrum pendidikan keagamaan, tetapi juga motor penggerak ekonomi umat.

​Momentum Hari Santri ini, lanjut Wamenag, sekaligus menjadi pengingat atas jasa guru ngaji sebagai pilar penjaga moral dan pembentuk karakter generasi muda sejak usia dini. Ia berharap sinergi antara negara dan pesantren terus melahirkan generasi berilmu, berakhlak, dan mandiri demi kemaslahatan bangsa.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × 1 =