Wagub Rano Karno Ziarahi Makam Guru Mughni

 Wagub Rano Karno Ziarahi Makam Guru Mughni

Wagub Rano saat berziarah ke makam Guru KH Abdul Mughni di Setiabudi, Jakarta Selatan, pada Jumat (19/6/2026).

Jakarta (Mediaislam.id) – Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, menilai kisah para ulama dan tokoh lokal merupakan kekuatan budaya yang dapat memperkaya identitas Jakarta sebagai kota global.

Sejarah tersebut perlu dikemas secara menarik agar lebih mudah dikenal generasi muda sekaligus dapat diperkenalkan kepada masyarakat internasional.

Hal tersebut disampaikan Wagub Rano saat berziarah ke makam Guru KH Abdul Mughni di Setiabudi, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Jumat (19/6/2026).

Baca juga: Malam Nanti Pemprov DKI Jakarta Gelar “Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi” di Monas

Ziarah ini menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta sekaligus mengawali kegiatan Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi yang digelar pada malam harinya.

“Kita sebagai generasi penerus harus semakin mengenal para tokoh ini. Tidak ada kata terlambat. Tadi saya sempat bertanya mengenai ketersediaan foto atau gambar beliau, ternyata dokumennya ada di Leiden, Belanda. Jika dokumen tersebut berhasil didapatkan, kita dapat memanfaatkannya dengan teknologi AI agar generasi muda mengetahui sosok ulama dan habaib di Jakarta,” ujarnya.

Wagub Rano menceritakan pengalamannya saat diundang ke Bali untuk memaparkan potensi Jakarta di dunia internasional, khususnya terkait rencana pembentukan Jakarta Film Commission.

“Dunia internasional sangat menyambut baik. Kekuatan cerita dan konten Indonesia justru bertumpu pada kisah-kisah lokal, baik dari Jakarta, Jawa, Madura, Bali, hingga Kalimantan. Inilah momen yang tepat untuk memperkenalkan local heroes. Pahlawan tidak melulu tokoh fiksi seperti Superman, tetapi juga para ulama yang nyata memberikan kontribusi,” jelasnya.

Pemprov DKI Jakarta terus mendorong pelestarian sejarah dan kebudayaan melalui pendidikan serta penguatan muatan lokal di sekolah. Langkah ini dinilai penting untuk mengatasi keterputusan informasi sejarah di kalangan generasi muda sekaligus menumbuhkan kembali rasa kebangsaan.

“Kita harus mengakui bahwa generasi saat ini mengalami keterputusan informasi sejarah. Menjadi kewajiban kita bersama untuk memperkenalkannya kembali secara nyata. Kita wajib mengenalkan kembali sosok-sosok pahlawan demi menjaga nasionalisme anak-anak kita,” tutur Wagub Rano.

Selain sejarah ulama, Pemprov DKI Jakarta mendorong penguatan identitas budaya melalui pencak silat. Sekolah nantinya diarahkan memberi ruang bagi peserta didik untuk mengenal berbagai aliran silat khas Jakarta, seperti Cingkrik, Tenabang, dan aliran lainnya.

“Anak-anak harus diberi pilihan karena silat merupakan bagian dari budaya, bukan hanya seni bela diri. Keragamannya harus tetap dijaga,” pungkas Wagub Rano.[]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

15 − nine =