Umat Islam Jabar Gelar Tarhib Ramadhan, Serukan Anti Islamofobia

 Umat Islam Jabar Gelar Tarhib Ramadhan, Serukan Anti Islamofobia

Bandung (Mediaislam.id) – Sejumlah massa dari berbagai elemen Umat Islam di Jawa Barat menggelar Tarhib Ramadhan sekaligus Apel Siaga Umat Islam Jabar pada Jumat (17/3/2023) di Bandung, Jawa Barat.

Massa berkumpul selepas shalat Jumat di Masjid Pusat Dakwah Islam (Pusdai) kemudian longmarch menuju halaman Gedung Sate dan kemudian ke Gedung Merdeka, Bandung.

Dalam acara tersebut, dibacakan pernyataan yang disebut sebagai “Resolusi Bandung untuk Indonesia Tanpa Islamofobia dan Bebas dari Korupsi”.

Ketua Aliansi Pergerakan Islam (API) Jawa Barat Ustaz Asep Syaripudin menyampaikan pernyataan sikap tersebut.

“Pertama kami mengajak kepada kaum Muslimin Jawa Barat agar menjadikan Ramadhan sebagai syahrut tarbiyah, bulan pembinaan dan penggemblengan, serta bulan perjuangan melawan kezaliman, sekaligus sebagai bulan terbaik untuk memohon ampunan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala atas berbagai kesalahan dan kekhilafan,” jelas Ustaz Asep.

Kedua, pihaknya mengajak kepada seluruh elemen ormas-ormas Islam Indonesia dan tokoh-tokoh dan pemuka masyarakat Muslim Jawa Barat, khususnya yang tergabung dalam API Jabar untuk terus melakukan edukasi kepada umat Islam agar senantiasa memuliakan bulan suci Ramadhan.

“Memuliakan Ramadhan salah satunya dengan mentadabburi Al-Qur’an, dan agar umat Islam tetap bersikap menjunjung tinggi perdamaian dunia dan tegas menentang sikap diskriminatif dan rasisme yang bertentangan dengan agama dan kemanusiaan,” ujar Ustaz Asep.

Untuk diketahui, kata Ustaz Asep, bahwa PBB secara resmi dengan suara bulat telah menetapkan tanggal 15 Maret setiap tahun sebagai hari international Anti Islamofobia, dimulai sejak Tahun 2022.

“Islam bukanlah ancaman. Jadi, semua pihak hendaknya membuang jauh-jauh sikap permusuhan terhadap Islam, dan menghapus sikap benci terhadap Islam (Islamofobia),” tegasnya.

Selain itu, API Jabar juga menyoroti kondisi negeri yang saat ini banyak terdapat kasus korupsi. Ustaz Asep menjelaskan bahwa Islam menawarkan solusi terhadap carut marut dalam pengelolaan negeri ini.

“Islam menegaskan agar para pejabat di negeri ini tetap menjaga amanah yang diberikan kepadanya. Sehingga seyogyanya bertekad untuk stop KKN. Stop kolusi, korupsi dan nepotisme di negeri ini sampai ke akar-akarnya,” tegasnya.

Pihaknya mengajak umat Islam untuk terus menebarkan kebaikan, menyebarkan Islam yang rahmatan lil alamin.

“Kita tunjukkan bahwa umat Islam adalah umat terbaik, umat yang beradab yang menjadi rahmat bagi masyarakat, lingkungan dan semesta alam,” tandas Ustaz Asep.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *