UIKA Gelar Shalat Ghaib untuk Syed Naquib Al-Attas
Syed Muhammad Naquib Alattas [foto: Bernama]
Bogor (Mediaislam.id) — Keluarga besar Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor menggelar shalat ghaib sebagai bentuk penghormatan atas wafatnya cendekiawan Muslim terkemuka dunia, Profesor Diraja Terpuji Tan Sri Dr. Syed Muhammad Naquib al-Attas (Royal Laureate Professor Tan Sri Dr. Syed Muhammad Naquib al-Attas). Tokoh pemikir Islam tersebut wafat pada 19 Ramadhan 1447 H yang bertepatan dengan 8 Maret 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia.
Shalat ghaib dilaksanakan di Masjid Ibn Khaldun UIKA Bogor setelah shalat Dzuhur, diikuti oleh sivitas akademika, dosen, mahasiswa, serta pegawai di lingkungan kampus. Kegiatan ini menjadi bentuk penghormatan dan doa bersama atas jasa besar Al-Attas dalam pengembangan pemikiran Islam kontemporer.
Pengumuman pelaksanaan shalat ghaib disampaikan langsung oleh Sekretaris Umum DKM Masjid Ibn Khaldun, yang juga Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Dakwah, Dr. Hambari, M.A. Ia menyampaikan bahwa seluruh keluarga besar UIKA diajak untuk bersama-sama mendo’akan almarhum yang dikenal luas sebagai tokoh cendekiawan Muslim dengan kontribusi besar dalam pemikiran Islam modern.
Shalat ghaib tersebut dipimpin oleh Ketua Senat UIKA Bogor, Prof. KH. Didin Hafidhuddin. Dalam kesempatan tersebut, beliau menekankan bahwa pemikiran Al-Attas memiliki pengaruh besar dalam upaya membangun sistem pendidikan Islam yang berakar pada nilai-nilai tauhid dan adab.
Syed Naquib Al-Attas dikenal sebagai salah satu tokoh yang menggagas konsep Islamisasi ilmu pengetahuan (Islamization of Knowledge) dan Islamic worldview (pandangan hidup Islam). Melalui gagasan tersebut, ia menekankan pentingnya mengembalikan ilmu pengetahuan kepada kerangka nilai dan pandangan hidup Islam, sehingga ilmu tidak terlepas dari dimensi moral, spiritual, dan peradaban Islam.
Sebagai salah satu kampus yang berupaya mengimplementasikan gagasan tersebut, UIKA Bogor menempatkan konsep Islamisasi Sains dan Kampus (ISK) dan serta memasukkan Islamic Worldview sebagai bagian penting dalam kurikulum. Nilai-nilai adab juga menjadi landasan utama dalam sistem pendidikan di lingkungan kampus, sejalan dengan pemikiran Al-Attas tentang pentingnya pendidikan yang membentuk manusia berilmu sekaligus berakhlak (Insan Adabi).
Setelah pelaksanaan shalat ghaib, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian testimoni oleh Direktur Sekolah Pascasarjana UIKA Bogor, Dr. Hendri Tanjung. Dalam testimoninya, ia menegaskan bahwa pemikiran Al-Attas telah memberikan inspirasi besar bagi pengembangan pendidikan Islam, khususnya dalam membangun integrasi antara ilmu pengetahuan modern dengan nilai-nilai Islam.
Melalui kegiatan shalat ghaib ini, keluarga besar UIKA Bogor tidak hanya mendoakan almarhum, tetapi juga menegaskan komitmen untuk terus melanjutkan perjuangan intelektual Syed Naquib Al-Attas dalam membangun peradaban ilmu yang berlandaskan nilai-nilai Islam. []
