Tiga Pokok Ajaran Agama
Oleh:
Dr. KH. Zakky Mubarak, M.A.
AJARAN Islam terdiri dari tiga bagian yang satu sama lain saling menyatu dan tidak dapat dipisahkan. Iman merupakan pondasi yang kokoh, sedangkan Islam dan ihsan merupakan dua pilar yang saling terkait dan berkelindan. Ketiganya merupakan satu kesatuan seperti segitiga: iman sebagai pondasinya, sedangkan Islam dan ihsan sebagai pilarnya. Dari tiga pokok ajaran Islam itu berkembang tiga ajaran yang lebih luas dan terperinci, yaitu akidah sebagai pengejawantahan iman, syariah sebagai perwujudan Islam, dan akhlak sebagai penjelasan yang lebih terperinci dari ihsan.
Seorang muslim tidak memandang bahwa kebajikan hanya merupakan pengejawantahan dari akhlak, melainkan juga sebagai bagian dari akidah dan unsur penting dari syariah. Agama Islam merupakan suatu bangunan yang kokoh yang terdiri atas tiga bagian, yaitu akidah, syariah, dan akhlak. Ketiga bagian itu disebut juga iman, Islam, dan ihsan.
Ketika Rasulullah saw. sedang duduk bersama para sahabatnya, tiba-tiba datang seorang pria mengenakan jubah putih, berambut hitam pekat, dan berwajah cerah. Pria itu bertanya kepada Nabi, “Apakah iman itu?” Beliau menjawab, “Iman adalah engkau beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, hari akhir, serta qada dan qadar-Nya.”
Selanjutnya pria itu bertanya lagi, “Apakah Islam itu?” Beliau menjawab, “Islam adalah engkau bersaksi bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah rasul-Nya, menegakkan salat, menunaikan zakat, berpuasa pada bulan Ramadan, dan melaksanakan ibadah haji ke Baitullah.”
Kemudian pria itu bertanya lagi, “Apakah yang dimaksud dengan ihsan?” Beliau menjawab, “Ihsan adalah engkau menyembah Allah seolah-olah engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak dapat melihat-Nya, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Dia melihatmu.”
Pria berjubah putih itu kemudian pergi, dan para sahabat tidak mengetahui ke mana perginya. Nabi kemudian menginformasikan bahwa pria tersebut adalah Malaikat Jibril yang datang untuk mengajarkan agama kepada mereka. Hadis ini terkenal dengan sebutan Hadis Jibril dan diriwayatkan oleh Imam Bukhari nomor 48. Dari hadis ini para ulama merumuskan enam rukun iman, lima rukun Islam, dan konsep ihsan sebagai puncak kebajikan.
Selain meyakini rukun iman dan rukun Islam, setiap muslim diarahkan untuk berbuat baik atau bersikap ihsan dalam segala hal.
“Berinfaklah di jalan Allah, janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Baqarah [2]: 195)
Setiap muslim dibimbing oleh ajaran agamanya agar berlaku adil dan jujur serta berbuat kebajikan kepada sesama makhluk.
“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan serta memberi kepada kaum kerabat, dan Dia melarang dari perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu mengambil pelajaran.” (QS. An-Nahl [16]: 90)
“Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil: janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah perkataan yang baik kepada manusia, dirikanlah salat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu berpaling, kecuali sebagian kecil dari kamu, dan kamu selalu ingkar.” (QS. Al-Baqarah [2]: 83)
Wujud perbuatan terpuji dalam kehidupan sehari-hari antara lain: (1) berbakti kepada kedua orang tua, (2) menyantuni kaum kerabat dan anak-anak yatim, (3) membantu orang-orang miskin yang terlunta-lunta, (4) menolong mereka yang terpinggirkan, serta (5) berbuat baik kepada tetangga, teman sejawat, para karyawan, para pembantu, dan umat manusia secara umum.
Allah Swt. mengarahkan umat manusia agar berbuat baik kepada sesama, baik yang telah dikenal maupun yang belum dikenal. Berbuat baik kepada sesama merupakan pilar utama dari akhlak mulia yang harus senantiasa dihayati oleh setiap muslim.
إِنَّ اللهَ كَتَبَ الإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ…
“Sesungguhnya Allah telah menetapkan perbuatan ihsan (berbuat baik) atas segala sesuatu. Jika kalian membunuh, maka bunuhlah dengan cara yang baik, dan jika kalian menyembelih, maka sembelihlah dengan cara yang baik. Hendaklah salah seorang di antara kalian menajamkan pisaunya dan menenangkan hewan sembelihannya.” (HR. Muslim No. 1955).*
