Tarawih Perdana, Ulama Kondang Aceh Ajak Awali Ramadhan dengan Tobat
Jamaah Masjid Raya Baiturrahman Aceh menuju masjid dengan berpayung, Rabu malam (18/02)
Banda Aceh (Mediaislam.id) – Ulama karismatik Aceh, Tgk Ishak Malem yang juga dikenal dengan nama Abi Lamkawe, mengajak masyarakat mengawali Ramadhan 1447 Hijriah dengan memperbanyak ibadah tobat kepada Allah SWT.
“Marilah awali perjumpaan bulan suci Ramadhan dengan ibadah tubu ilallah (bertobat kepada Allah SWT), taubatan nasuha,” kata Abi Lamkawe yang menjadi penceramah shalat tarawih perdana di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Aceh, Rabu malam (18/02).
Seperti dilansir Antara, pelaksanaan tarawih perdana tahun ini berlangsung berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Hujan deras yang mengguyur Banda Aceh sejak sore hingga malam membuat jumlah jamaah tidak membludak hingga ke pelataran masjid.
Dalam tausiyahnya, Wakil I Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman itu menjelaskan bahwa tobat merupakan ibadah istimewa setelah iman karena termasuk amalan hati atau batin.
Ia menerangkan bahwa terdapat amalan zahir dan batin, serta amalan shaleh dan thaleh atau maksiat. Pada amalan batin pun terdapat yang saleh maupun thaleh.
Kata Abi, se-saleh-salehnya amalan batin adalah iman. Setelah itu barulah taubat, ikhlas, khusyuk, dan tawajhuk. Artinya, seluruh amalan yang dikerjakan oleh hati.
Sementara itu, amalan zahir adalah amalan yang dikerjakan oleh jawarih atau anggota tubuh, dan yang paling afdhal di antara amalan zahir yakni Islam.
“Kenapa, dalam rukun iman dan rukun Islam. Asyhadu alla ilaaha illallaah, kembali kepada rukun Islam. Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah itu rukun iman. Ikrar bil lisan, tasdik bil qalbi,” ujarnya.
Abi kembali mengingatkan pentingnya memulai Ramadhan dengan tobat yang sungguh-sungguh.
“Mari untuk malam ini, kami mengajak kepada kita semua untuk mengawali bulan Ramadhan dengan ibadah tobat. Sebagaimana Allah menganjurkan kepada kita, wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kamu kepada Allah SWT,” tegasnya.
Ia menjelaskan, taubatan nasuha adalah taubat yang dilakukan dengan ikhlas semata-mata karena Allah SWT, bukan karena dorongan musibah seperti sakit.
“Artinya, sebelum datang musibah seperti demikian (sakit), mari kita bertaubat dengan taubat nasuha,” katanya.
Pada kesempatan itu, Abi juga mengajak jamaah untuk mempelajari lebih dalam tentang ibadah tobat agar pelaksanaannya benar dan diterima oleh Allah SWT. Ia menegaskan bahwa taubat merupakan ibadah yang tidak terikat waktu dan tempat.
“Di mana saja, kapan saja kita bisa tobat kepada Allah SWT. Sambil duduk-duduk kita bisa bertobat,” demikian Abi Lamkawe.[]
