Syifa Fauzia Kembali Pimpin BKMT Periode 2026–2031
JAKARTA (Mediaislam.id)— Dr Hj Syifa Fauzia, M.Arts kembali dipercaya memimpin Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) untuk periode 2026–2031. Syifa terpilih kembali melalui Muktamar ke-X BKMT yang digelar di Jakarta.
Pelantikan jajaran pengurus BKMT periode 2026–2031 dilakukan Ketua Dewan Pembina BKMT, Prof Dr H Dailami Firdaus, SH, LL.M.
Syifa merupakan putri pendiri BKMT, almarhumah Prof Dr Hj Tuty Alawiyah. Dalam kepemimpinannya, Syifa menegaskan BKMT bukan sekadar organisasi, melainkan sebuah gerakan yang lahir dari hati dengan jaringan jamaah yang tersebar luas.
“BKMT adalah gerakan hati,” ujar Syifa.
Menurut Syifa, jamaah BKMT berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Jaringan BKMT saat ini telah menjangkau 35 provinsi. Luasnya jaringan tersebut menjadi kekuatan sekaligus tanggung jawab bagi BKMT untuk terus berkembang dan menyesuaikan diri dengan perubahan zaman.
“BKMT harus mau membaca masa depan,” tegasnya.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono yang hadir dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya semangat koperasi dalam membangun perekonomian masyarakat. Menurut dia, koperasi merupakan bagian dari cita-cita yang telah diletakkan para pendiri bangsa.
“Koperasi merupakan cita-cita pendiri bangsa,” kata Ferry.
Ia mengatakan, koperasi juga mengandung nilai kebersamaan dan gotong royong yang sejalan dengan semangat pemberdayaan masyarakat.
“Koperasi memiliki nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong,” ujarnya.
Ferry mengatakan, pemerintah akan mendorong penguatan dakwah yang tidak hanya menyentuh aspek keagamaan, tetapi juga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Kita akan melaksanakan dakwah ekonomi,” katanya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina BKMT Dailami Firdaus menyampaikan tiga pesan kepada jajaran pengurus BKMT periode 2026–2031. Pesan tersebut meliputi menjaga keikhlasan dalam berdakwah, terus belajar dan meningkatkan kapasitas diri, serta merawat persatuan dan saling menguatkan.
“Jaga keikhlasan dalam berdakwah, terus belajar, serta rawat persatuan dan saling menguatkan,” pesannya.
Anies Rasyid Baswedan turut memberikan pesan mengenai perjalanan BKMT. Menurut Anies, organisasi tersebut masih memiliki perjalanan panjang untuk terus berkembang dan memperkuat kontribusinya di tengah masyarakat.
“BKMT masih muda,” ujar Anies.
Anies mengatakan, keberadaan BKMT selama ini turut membantu membangun berbagai pilar kehidupan masyarakat agar semakin kuat.
“BKMT membuat pilar-pilar menjadi kuat,” katanya.
Dengan kepengurusan periode 2026–2031, BKMT diharapkan terus memperkuat peran majelis taklim sebagai ruang pembelajaran dan dakwah, sekaligus memperkokoh persatuan serta pemberdayaan masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.*
