Syed Muhammad Naquib Al-Attas Wafat
Syed Muhammad Naquib Alattas [foto: Bernama]
Kuala Lumpur (Mediaislam.id) – Profesor emeritus dan pemikir peradaban Islam kontemporer, Tan Sri Profesor Dr Syed Muhammad Naquib Al-Attas, wafat pada Ahad, 8 Maret 2026/18 Ramadhan 1447 H di Kuala Lumpur, Malaysia.
Seperti dilaporkan portal berita Malaysia, bharian.com.my, pendakwah independen Syed Abdul Kadir Aljoofre, yang membagikan kabar tersebut, mengatakan bahwa jenazah Profesor Al-Attas akan dishalatkan di Masjid al-Taqwa di Taman Tun Dr Ismail (TTDI) Senin pagi sebelum dimakamkan di Pemakaman Islam Bukit Kiara.
“Semoga Allah SWT mengampuni semua dosanya, menerima semua amal dan jasa baiknya untuk umat, dan menempatkannya di Surga Firdaus bersama para Nabi dan orang-orang saleh,” katanya dalam posting di halaman Facebook-nya malam ini.
Ketua Daie Madani, Amir Zuhair Abdull Khalid, juga membagikan kabar wafatnya Syed Naquib Alattas. Ia menggambarkan pria berusia 95 tahun itu sebagai sosok yang telah memberikan kontribusi besar bagi negaranya.
“Dia telah memberikan kontribusi besar bagi lanskap intelektual negara dan para pemimpinnya. Semoga rahmat Allah senantiasa menyertai Anda. Kepergian Anda di bulan yang mulia ini adalah tanda kemuliaan Anda, yang dihormati oleh Yang Maha Kuasa,” katanya.
Pada Oktober 2024, Allahyarham dianugerahi gelar Profesor Kerajaan atas kontribusinya bagi negara, khususnya di bidang pendidikan Islam.
Gelar tersebut diserahkan oleh Yang di-Pertuan Agong, Sultan Ibrahim, yang dengan ramah hadir dalam upacara untuk menyerahkan surat pengangkatan.
Profesor Kerajaan adalah gelar tertinggi yang diberikan kepada seorang profesor oleh Raja. Gelar tertinggi itu diberikan kepada akademisi yang telah memberikan kontribusi berharga bagi masyarakat dan kemajuan Malaysia.
Satu-satunya orang yang pernah menerima gelar Profesor Kerajaan adalah almarhum Profesor Kerajaan Ungku Abdul Aziz Ungku Abdul Hamid pada 1978 silam.
Syed Muhammad Naquib, yang juga pendiri Institut Pemikiran dan Peradaban Islam (ISTAC), merupakan tokoh kunci yang memaparkan konsep universitas Islam pada Konferensi Pendidikan Muslim Dunia Pertama di Universitas King Abdul Aziz, Mekah, pada 1977.
Presentasi tersebut kemudian menginspirasi pendirian beberapa universitas Islam di seluruh dunia, termasuk di Malaysia.
Selain itu, almarhum Syed Muhammad Naquib juga memperkenalkan konsep Islamisasi ilmu pengetahuan, yang diterapkan pada berbagai cabang ilmu pengetahuan termasuk pendidikan agama, sejarah, filsafat, teologi, metafisika, filologi, semantik, sastra, dan seni.[]
