Solidaritas Palestina, Warga Italia Gelar Aksi Mogok Nasional

 Solidaritas Palestina, Warga Italia Gelar Aksi Mogok Nasional

Roma (Mediaislam.id) – Warga Italia menggelar aksi mogok nasional pada Senin (18/5) yang berdampak pada sektor transportasi, pendidikan, dan logistik, menyusul seruan serikat pekerja yang memprotes program persenjataan militer, menolak genosida yang terus dilakukan Israel di Gaza, serta menyatakan solidaritas terhadap “Global Sumud Flotilla” yang berupaya menembus blokade di Jalur Gaza.

Aksi mogok ini bertepatan dengan demonstrasi di sejumlah kota di Italia dengan slogan **“Stop Everything”**, yang diselenggarakan oleh serikat buruh dan kelompok masyarakat sipil untuk memprotes kenaikan biaya hidup, kebijakan militer, serta meningkatnya anggaran untuk persenjataan yang dinilai mengorbankan sektor kesehatan dan pendidikan. Para demonstran juga menuntut diakhirinya apa yang mereka sebut sebagai genosida terhadap rakyat Palestina dan menyatakan dukungan terhadap armada yang menuju Gaza.

Di ibu kota, Rome, para demonstran berkumpul di salah satu alun-alun utama kota sambil membawa spanduk yang mendesak pemerintah Italia agar tidak terus melanjutkan apa yang mereka sebut sebagai “keterlibatan dalam kejahatan” bersama Israel.

Para peserta aksi juga mengibarkan bendera Palestina dan meneriakkan slogan-slogan seperti **“Free Palestine”**, sebagai bentuk kemarahan atas serangan Israel terhadap Armada Global Sumud.

Aksi mogok ini mengganggu sejumlah layanan transportasi, termasuk beberapa jalur metro seperti **Line C** di Rome dan **Line 1** di Naples, sementara beberapa layanan kereta pinggiran kota di Milan turut dihentikan. Para pekerja pelabuhan di kota Livorno juga menggelar aksi serupa.

Di antara peserta aksi di Rome terdapat aktivis Palestina-Spanyol, Saif Abu Kishk, salah satu aktivis yang sempat ditahan Israel saat serangan pada 29 April terhadap armada di perairan internasional dekat pulau Crete.

Dalam keterangannya kepada Anadolu Agency, Abu Kishk mengatakan bahwa beberapa kapal telah disita dalam serangan terbaru tersebut, namun para peserta tetap bertekad melanjutkan perjalanan menuju Gaza, sementara gerakan solidaritas untuk armada terus berlangsung di berbagai kota Eropa.

Ia menggambarkan serangan Israel sebagai pelanggaran lain terhadap hukum internasional dan hukum maritim, serta menyebutnya sebagai bagian dari pola pelanggaran yang terus berlangsung terhadap Gaza.

Abu Kishk juga menilai bahwa keberlanjutan tindakan semacam itu berkaitan dengan keterlibatan pemerintah-pemerintah Barat, termasuk pemerintah Italia, yang menurutnya masih mengizinkan perdagangan senjata melalui pelabuhan dan bandara. Ia menyerukan tekanan publik yang berkelanjutan untuk menghentikan keterlibatan tersebut dan mengakhiri perang di Gaza.

Ia menambahkan bahwa para peserta sepenuhnya menyadari risiko sebelum berlayar, namun semangat mereka tetap tinggi karena banyak pihak merespons seruan untuk mendukung Palestina melalui armada tersebut.

Salah satu peserta aksi asal Italia, Andrea Ziccaro, mengatakan bahwa dirinya ikut dalam aksi mogok untuk menunjukkan dukungan terhadap Global Sumud Flotilla dan menolak kebijakan militerisasi.

Ia menambahkan bahwa serangan terbaru Israel terhadap armada itu merupakan eskalasi berbahaya, seraya mengkritik pemerintah yang lebih memprioritaskan anggaran militer dibandingkan kesehatan dan pendidikan dalam apa yang ia sebut sebagai **“ekonomi perang.”**

Sementara itu, demonstran lainnya, Natalia Mancini, menyebut serangan terhadap armada tersebut sebagai **“penghinaan lainnya”**, dan menilai bahwa insiden berulang seperti ini memperlihatkan kontradiksi dalam wacana demokrasi Barat.

Sebelumnya pada Senin, pasukan angkatan laut Israel mulai menyita kapal-kapal dari **Global Sumud Flotilla** di perairan internasional Laut Mediterania dan menahan para aktivis di dalamnya.

Dengan partisipasi 54 kapal, armada tersebut berlayar pada Kamis lalu dari kota pelabuhan Marmaris di Türkiye dalam upaya terbaru untuk menembus blokade Israel terhadap Gaza yang telah berlangsung sejak 2007.

Pada 29 April lalu, pasukan Israel juga menyerang armada serupa di perairan internasional dekat Crete. Armada tersebut diikuti oleh 345 peserta dari 39 negara, termasuk warga negara Türkiye.

Otoritas Israel kemudian menyita 21 kapal yang membawa sekitar 175 aktivis, sementara kapal-kapal lainnya melanjutkan perjalanan menuju perairan teritorial Yunani.

sumber: infopalestina

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

thirteen + five =