Sikap Rasulullah Saw terhadap Nabi Palsu
Muhammad Rasulullah Saw.
Surat itu disampaikan oleh dua orang utusan Musailamah, Ibnu Nawahah dan Ibnu Atsal. Setelah surat itu dibaca oleh Rasulullah Saw, beliau bertanya kepada dua utusan itu. “Apakah kalian bersaksi bahwa aku adalah Rasul Allah?” Keduanya menjawab, “Kami bersaksi bahwa Musailamah adalah Rasul Allah”. Beliau pun menjawab, “Demi Allah, seandainya utusan itu boleh dibunuh, aku pasti memenggal leher kalian berdua.”
Ibnu Ishaq berkata, “Kemudian Rasulullah Saw menulis surat kepada Musailamah bin Habib. Beliau bersabda dalam suratnya, “Bismillahirrahmaanirrahiim. Dari Muhammad Rasulullah kepada Musailamah Al-Kadzdab (pendusta). Salam sejahtera atas siapa saja yang mengikuti petunjuk. Amma ba’du. Sesungguhnya bumi adalah milik Allah yang diwariskannya kepada siapa saja dari hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya dan hasil akhir itu milik orang-orang bertakwa.”
Musailamah akhirnya dibunuh pada masa Khalifah Abu Bakar Ash Shiddiq pada bulan Rabiul Awwal 12 H oleh Wahsyi (pembunuh Hamzah bin Abdul Muthalib). Sedangkan orang kedua yang membual sebagai nabi, Al Aswad Al Ansi, dibunuh sehari semalam sebelum Nabi Saw wafat. Wallahu a’lam bi shawwaab.
(Shodiq Ramadhan)
