Sikap Kritis Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah kepada Raja Tartar

 Sikap Kritis Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah kepada Raja Tartar

Ilustrasi: Syekh Ibnu Taimiyah

Al-Balisi berkata, “Lalu kami menyingsingkan pakaian kami, karena takut akan terlumuri darah Ibnu Taimiyah jika Ghazan menyuruh untuk membunuhnya. Ketika kami keluar dari hadapan Ghazan, Qadhi Najmuddin dan lain-lain berkata, “Kamu hampir saja membinasakan kita dan membinasakan diri kamu sendiri. Demi Allah kami tidak akan menemanimu lagi.” Ibnu Taimiyah menjawab, “Demi Allah, saya juga tidak akan menemani kalian.”

Al-Balisi berkata, “Lalu mereka pun pergi memisahkan diri, sedangkan Ibnu Taimiyah tertinggal dan ditemani oleh beberapa sahabatnya. Tiba-tiba teman-teman Ghazan yang terdiri dari para pejabat dan pimpinan mendengar hal itu, lalu mereka mendatanginya untuk meminta berkah doanya. Kemudian beliau menuju Damaskus. Demi Allah, ketika beliau sampai di Damaskus, beliau telah diikuti oleh sekitar tiga ratus tentara kuda dan saya adalah salah satu dari mereka yang bersamanya. Sedangkan orang-orang yang tidak mau menemaninya, mereka dihadang oleh sekelompok tentara Tartar hingga pakaian dan perbekalan mereka dirampas.”[]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × 1 =