Salah Satu Hasil Munas, MUI Tekankan Prinsip Bermedia Sosial

 Salah Satu Hasil Munas, MUI Tekankan Prinsip Bermedia Sosial

Ilustrasi: Media Sosial

Jakarta (Mediaislam.id) – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indoensia (Waketum MUI) Kiai Cholil Nafis mensosialisasikan hasil Musyawarah Nasional Majelis Ulama Indonesia (Munas MUI) ke XI yang dilaksanakan di Hotel Merscure Ancol pada 20 – 23 November lalu.

Dalam Seminar Interaktif Membangun Keadilan, Kiai Cholil Nafis menekankan pentingnya ketahanan media sosial di era digital saat ini.

“Dalam forum itu saya maksimalkan untuk sosialisasi keputusan Munas XI MUI tentang Ketahanan Media Sosial. Bahwa Mabda’ Asasi (Peta Jalan) MUI di paruh kedua setengah abad ini adalah menjadikan media sosial sebagai alat dan media dakwah penguatan literasi ilmu ke-Islaman dan ketahanan nasional,” ujar Kiai Cholil, Rabu (26/11/2025).

Kegiatan yang diinisiasi oleh MUI Tanggerang tersebut mendapat antusias yang sangat menarik dari masyarakat setempat, terbukti dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh pengurus MUI se-Kabupaten Tanggerang, para tokoh masyarakat hingga media.

Kiai Cholil mengatakan bahwa dalam bermedia sosial terdapat prinsip yang bertumpu pada dua rukun, yakni prinsip tabayyun dan juga prinsip maslahah.

“Dalam prinsip tabayyun, semua informasi yang diterimanya harus diverikasi sebelum dipakai sendiri sebagai data atau di-share kepada yang lain,” kata Kiai Cholil.

Menurutnya, hampir semua informasi umum di media sosial diragukan kebenarannya sampai ada validasi dan verifikasi. Terlebih pada zaman AI saat ini semua info dan gambar dapat dipalsukan dan menjadi seakan-akan asli.

Selanjutya, prinsip maslahah. Kiai Cholil menjelaskan bahwa setiap informasi yang diterima setelah diverifikasi harus mengandung maslahah ketika akan dishare.

“Sebab penyebaran info meskipun valid seringkali menjadi mafsadah karena mengandung ghobah bahkan fitnah. Karenanya, dalam bermedia sosial harus menahan diri dan dapat menyaring pilihan kata serta diksi yang tepat,” ungkapnya.

Dia mengajak masyarakat agar lebih berhati-hati dan lebih bijak dalam bermedia. Menurutnya, dalam bermedia sosial harus menghindari isu SARA, info kekerasan, oversharing, dan expose berlebihan tentang diri dan data pribadi.

“Ayo bijak bermedia sosial agar hidup penuh damai dan damai,” pungkasnya.

sumber: muidigital

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × five =