Rumah Warga Hebron Disita dan Dijadikan Pos Militer oleh Pasukan Israel

 Rumah Warga Hebron Disita dan Dijadikan Pos Militer oleh Pasukan Israel

Rumah warga Palestina di Hebron yang dijadikan markas militer oleh Israel. [Reuters]

HEBRON (Mediaislam.id)— Pasukan Israel mengubah rumah-rumah warga Palestina di Kota Hebron menjadi barak dan pos pengamatan setelah mengusir para penghuninya, sebagaimana dilaporkan kantor berita Palestina, Wafa.

Pihak militer mengambil alih rumah-rumah di kawasan Khallat Manna dan Dahiyat al-Zaytoun di selatan Hebron untuk dijadikan barak. Mereka juga memaksa warga meninggalkan kediamannya di lingkungan lain untuk difungsikan sebagai pos pengamatan.

Militer Israel menerapkan penutupan total di Hebron dan menggelar ratusan penggerebekan sejak insiden penyerangan markas cadangan tentara pada Jumat (23/10) yang menewaskan dua prajurit. Dua pria Palestina yang dituduh sebagai pelaku penembakan tersebut juga tewas di lokasi.

Sejak saat itu, Israel telah mengusir ratusan keluarga secara paksa di tengah penggerebekan masif, penutupan jalan, dan pembatasan ruang gerak yang ketat.

“Lebih dari 2.670 warga Palestina telah diusir secara paksa dari rumah mereka di Hebron oleh pasukan pendudukan Israel,” demikian pernyataan kantor Perdana Menteri Palestina, Mohammad Mustafa, pada Ahad (25/10).

Pernyataan yang mengutip data Pemerintah Kota Hebron tersebut menambahkan bahwa sebagian besar warga yang terusir merupakan wanita, anak-anak, dan lansia.

Berdasarkan data Perhimpunan Tahanan Palestina, kelompok warga yang terusir dari Hebron mencakup 127 bayi, 81 wanita hamil, dan 26 penyandang disabilitas.

Lembaga non-pemerintah tersebut mengonfirmasi kepada Al Jazeera bahwa sekitar 134 warga Palestina penderita penyakit kronis dan 265 lansia berusia di atas 60 tahun juga dipaksa keluar dari rumah mereka.

Perhimpunan Tahanan Palestina mencatat bahwa pasukan Israel telah menahan sedikitnya 47 warga Palestina di seluruh wilayah Hebron sejak Jumat. Pasukan militer juga melakukan interogasi lapangan terhadap ratusan warga yang diwarnai penahanan dan tindakan kekerasan.

Sementara itu, para pemukim Israel mulai mendirikan dua pos pemeriksaan baru di atas tanah milik warga Palestina di Kota Yatta, sebelah selatan Hebron, menurut laporan Wafa.

Aktivis Osama Makhamra menyampaikan kepada Wafa bahwa para pemukim mulai mendirikan pos di area Khallet al-Fara, sebelah barat Yatta. Mereka memasang tenda, membawa buldoser dan alat berat, serta mulai meratakan tanah untuk persiapan pembangunan.

Ia menambahkan bahwa pos lainnya didirikan di area gurun Yatta, tepatnya di tanah milik warga Palestina di antara Desa az-Zuweidin dan Umm Qussa, tempat para pemukim memasang tenda dan membangun infrastruktur air serta listrik.

Di dekat Bethlehem, pasukan Israel terus menutup akses jalan dan pintu masuk di seluruh wilayah kabupaten selama tiga hari berturut-turut hingga Minggu, yang berdampak pada sejumlah kota dan desa.

Pada Sabtu (24/10), pasukan Israel menutup jalan-jalan tanah menuju Tuqu untuk memblokir akses, serta menembakkan gas air mata dan granat kejut ke arah kendaraan warga Palestina yang melintasi rute alternatif.

Rangkaian serangan dan penutupan jalan ini terjadi beberapa hari menjelang pemilu legislatif Israel di tengah tingginya ketegangan di wilayah pendudukan Palestina, di mana para pemukim yang disokong militer melancarkan gelombang aksi kekerasan terhadap para petani zaitun.[]

Sumber: Aljazeera.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three × five =