Ribuan Orang Shalatkan Jenazah Kiai Amal Fathullah Zarkasyi di Masjid Jami’ PMDG
KH Hasan Abdullah Sahal memimpin shalat jenazah KH Amal Fathullah Zarkasy di MAsjid PMDG, Ahad pagi (04/01/2026) [foto: gontor.ac.id]
Gontor, Ponorogo (Mediaislam.id) – Ribuan pelayat, baik dari kalangan santri maupun masyarakat, menshalatkan jenazah pemimpin Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) KH Amal Fathullah Zarkasyi di Masjid Jami’ PMDG Kampus Pusat, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Ahad pagi, 04 Januari 2026.
Suasana khidmat menyelimuti prosesi sholat jenazah yang dipimpin langsung oleh KH. Hasan Abdullah Sahal. Usai dishalatkan, jenazah diusung menuju liang lahat dengan iringan doa dan isak tangis para pelayat.
Dalam sambutannya, Kiai Hasan mengenang almarhum sebagai sosok mujahid pendidikan. “Saya orang yang paling tahu tentang Pak Amal. Perjuangannya amat panjang dan tidak semuanya bisa disampaikan. Mari kita ikhlaskan beliau agar dilancarkan perjalanannya,” ujar beliau.
Kiai Hasan juga menegaskan bahwa almarhum berperan besar hingga berdirinya Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor secara resmi.
Baca juga: Jenazah KH Amal Fathullah Zarkasyi Dimakamkan Ahad Pagi
Kiai Amal merupakan putra keempat salah satu Trimurti pendiri PMDG, KH Imam Zarkasyi. Beliau menamatkan pendidikan KMI pada 1969 dan melanjutkan studi hingga meraih gelar doktor dari Universiti Malaya pada 2006.
Pada 2014, ia dikukuhkan sebagai guru besar Ilmu Kalam. Sepanjang hidupnya, almarhum mengabdikan diri sebagai pendidik dan akademisi, termasuk menjabat Rektor UNIDA Gontor serta aktif di berbagai organisasi pendidikan nasional dan internasional.
Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengatakan, KH Amal Fathullah Zarkasyi adalah sosok teladan bagi dunia pesantren di Indonesia.
Menurut alumni PMDG itu, almarhum memiliki kontribusi besar melalui pemikiran dan perjuangannya dalam memperkuat peran pesantren secara nasional.
“Salah satu pemikiran beliau adalah lahirnya Undang-Undang Pesantren. Saya menyaksikan langsung bahwa itu bagian dari perjuangan beliau demi kemaslahatan pesantren, bukan hanya Gontor, tetapi pesantren di seluruh Indonesia,” kata Hidayat yang juga Ketua Badan Wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor.
Selain dikenal sebagai pemikir, KH Amal Fathullah Zarkasyi juga dikenal dekat dengan santri dan alumni. Meski mengemban amanah sebagai pimpinan pondok, almarhum tetap rendah hati dan mudah berbaur.
“Beliau sering memberi saran dan masukan kepada para alumni. Bukan hanya Gontor yang kehilangan, tetapi Indonesia juga kehilangan sosok beliau,” ujarnya.
Rektor Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor Hamid Fahmi Zarkasyi menegaskan peran besar almarhum dalam memperjuangkan pengakuan pesantren melalui Undang-Undang Pesantren.
“Perjuangan beliau membuat pesantren memiliki payung hukum. Lulusan pondok kini dapat melanjutkan ke perguruan tinggi tanpa harus melalui ujian negara. Ini jasa besar yang harus terus kita ingat dan lanjutkan,” kata Hamid.
Usai dishalatkan, jenazah KH Amal Fathullah Zarkasyi dimakamkan di kompleks makam keluarga Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor.[]
