Relawan MDMC Beri Layanan Medis untuk Penyintas Bencana di Daerah Terisolir Aceh Timur

 Relawan MDMC Beri Layanan Medis untuk Penyintas Bencana di Daerah Terisolir Aceh Timur

Tim Relawan MDMC memberikan layanan kesehatan untuk warga terisolir di Aceh Timur.

Banda Aceh (Mediaislam.id) – Relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) melalui Tim Emergency Medical Team (EMT) memberikan layanan kesehatan spesialistik untuk masyarakat terdampak bencana di daerah terisolasi di wilayah Kabupaten Aceh Timur.

“Kita menembus dan memperluas jangkauan layanan kemanusiaan hingga ke wilayah paling sulit diakses untuk memberikan layanan medis kepada masyarakat,” kata Pimpinan Tim EMT Muhammadiyah, dr M Irfan Rizaldy dalam keterangannya di Aceh Timur, Sabtu (17/01/2026), dikutip dari ANTARA.

Menurut Irfan, Tim EMT Muhammadiyah menjangkau wilayah terisolasi di Dusun Sarah Raja, Desa Sah Raja serta Dusun Sijuk Desa Sijudo, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur.

Layanan medis ini merupakan bagian dari misi besar MDMC DI Yogyakarta di Aceh Timur, yang melibatkan tenaga profesional dari RS PKU Muhammadiyah Sleman, RS AMC, PKU Bantul, PKU Gombong, serta Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta.

Irfan mengatakan, perjalanan menuju lokasi pengungsian di Dusun Sarah Raja menuntut perjuangan fisik karena harus melewati medan yang tidak dapat dijangkau kendaraan biasa.

Irfan menjelaskan, mobilisasi tim dilakukan secara estafet, diawali dengan penggunaan kendaraan 4×4 untuk melintasi jalan berlumpur, kemudian dilanjutkan dengan motor trail berkat dukungan komunitas IMTRAX untuk menembus jalur sempit dan licin.

“Karena akses darat terputus oleh sungai dan genangan air, tim kemudian menggunakan perahu untuk menyeberang sebelum melanjutkan perjalanan berjalan kaki menanjak menuju tenda-tenda pengungsian warga,” ujarnya.

Irfan menegaskan, meski berada di lokasi terpencil dengan fasilitas yang sangat terbatas, MDMC tetap menghadirkan layanan medis memadai, termasuk pemeriksaan oleh dokter spesialis kulit dan dokter umum.

Kehadiran mereka disambut haru oleh masyarakat yang sudah berminggu-minggu mengalami keterbatasan akses layanan kesehatan.

Ia menyampaikan, dalam kegiatan kemanusiaan ini sebanyak 86 pasien telah menerima penanganan medis dengan keluhan yang didominasi penyakit kulit akibat buruknya sanitasi pascabanjir, infeksi saluran pernapasan, hipertensi, serta kelelahan ekstrem.

Mereka juga memberikan obat-obatan dan edukasi kesehatan kepada para pengungsi di sana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eighteen − 13 =