Rais Syuriyah PBNU: Bertengkar Soal Perbedaan Pandangan Agama Picu Perpecahan Masyarakat
Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag.
Kondisi ini terjadi karena kurangnya penguasaan ilmu, seseorang yang dangkal ilmunya akan merasa terancam oleh perbedaan, sehingga cenderung mengumbar pendapat secara subjektif sesuai ego masing-masing.
“Agama tidak mengajarkan pertengkaran. Jika ada yang bertengkar, maka yang dikedepankan adalah egonya, bukan ilmunya. Sebab ilmuwan agama yang sesungguhnya akan selalu membawa keteduhan, bukan kegaduhan,” ucapnya.
Narasi yang diusung pakar moderasi nasional itu penting sebagai pengingat bagi masyarakat pada era keterbukaan informasi saat ini, maka sebagian masyarakat beragama harus mampu berfikir dengan akal sehat.
Ia menambahkan semakin luas ilmu seseorang, seharusnya semakin berlapang dada dalam menerima keberagaman sudut pandang.
“Menjaga hubungan sosial jauh lebih indah, daripada bertengkar dan saling menghujat mengatasnamakan agama,” kata dia.[]
