Potensi Rp300 Miliar, Skema Ekonomi Masjid Mengemuka di Halal Bihalal PJMI

 Potensi Rp300 Miliar, Skema Ekonomi Masjid Mengemuka di Halal Bihalal PJMI

Jakarta (Mediaislam.id)–Agenda penguatan ekonomi umat berbasis masjid mencuat dalam kegiatan Halal Bihalal Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI), Jumat (10/4/2026). Tokoh kewirausahaan Muslim, Ustaz Valentino Dinsi, mengungkap adanya potensi pendanaan hingga Rp300 miliar yang siap dikelola untuk menggerakkan usaha produktif berbasis masjid.

Dalam forum yang digelar di sekretariat PJMI, Cipinang Muara, Jakarta Timur, Valentino menyebut angka tersebut berasal dari kalangan agniya Muslim yang telah mempercayakan pengelolaannya.

“Dana yang terkumpul bisa mencapai Rp300 miliar, lebih besar dari perkiraan awal sekitar Rp100 miliar,” ujarnya di hadapan para wartawan.

Menurut Valentino, dana tersebut tidak akan disalurkan secara serampangan. Ia menegaskan, setiap program usaha akan melalui kajian mendalam agar berkelanjutan dan mampu meningkatkan kesejahteraan jamaah masjid.

Skema pengelolaan itu, lanjut dia, dirancang agar bisa diterapkan oleh berbagai masjid di Indonesia. Modelnya tidak hanya menekankan penghimpunan dana, tetapi juga pengembangan usaha produktif yang melibatkan komunitas masjid.

Gagasan tersebut akan dituangkan dalam buku terbarunya berjudul Masjid Mandiri yang dijadwalkan diluncurkan pada pertengahan Mei di Masjid Darussalam, Depok.

“Ini bukan sekadar konsep, tapi langsung ke implementasi. Masjid bisa menjadi pusat penggerak ekonomi umat,” kata Valentino.

Ketua Umum PJMI, Ismail Lutan, menyambut positif inisiatif tersebut. Ia menilai skema ekonomi berbasis masjid relevan sebagai alternatif penguatan ekonomi, termasuk bagi kalangan wartawan.

“Saya kira ini peluang kolaborasi yang baik. Wartawan juga bisa terlibat dalam penguatan ekonomi berbasis komunitas masjid,” ujarnya.

Kegiatan Halal Bihalal PJMI tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang lahirnya gagasan strategis terkait kemandirian ekonomi umat, di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one + 2 =